Pelaku Usaha Perikanan Kabupaten Deli Serdang Belajar Budidaya Udang Vaname Ekstensif Plus di BRPBAP3

117

Maros_Sebanyak 6 orang petani tambak dari Kecamatan Deli serdang Provinsi Medan (Sumut) dan  2 orang penyuluh perikanan dari Kabupaten Maros, 2 orang Pangkep mengikuti pembukaan kegiatan pelatihan”Budidaya Udang Vaname Ekstensif Plus”, di aula II Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Senin (3/9/2018), yang akan dilaksanakan selama lima hari kedepan. Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh perwakilan dari Direktur Lembaga Litbang Kemenristekdikti Dewi Yulianti bersama Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros, Prof. Dr. ir. Andi Akhmad Mustafa, M.P.

Pelatihan yang diprakarsai antara Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan  Maros dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kemeristekdikti, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kegiatan penguatan antar lembaga penelitian dan Pengembangan melalui diseminasi hasil penelitian pengembangan. Kemenristek Dikti telah menginisasi program peningkatan kualitas kelembagaan Iptek dan Dikti melalui Program Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk penguatan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang yang diarahkan dalam  menjawab tantangan ke depan. Program  PUI ini terus dikembangkan untuk mendorong lembaga litbang mampu menghasilkan produk iptek yang berbasis demand/market driven dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sesuai potensi ekonomi daerah.

Udang vaname diketahui merupakan udang yang memiliki keunggulan seperti tahan penyakit, pertumbuhannya cepat dengan masa pemeliharaan 100-110 hari, sintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakannya (FCR) rendah atau 1:1,3. Jenis udang tersebut kebanyakan dijual di restoran-restoran mewah dan di ekspor ke luar negeri.

Ketua Panitia kegiatan Andi Indra Jaya Asaad mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan ilmu dalam membudidayakan udang jenis vaname bagi petani tambak udang. Sebab, peserta diberi pembekalan seperti budi daya udang yang baik, menghasilkan udang yang berkualitas dan menguntungkan, memberikan solusi permasalahan dalam kendala bertani tambak udang, teknik pembuatan probiotik, motivasi usaha, teknik budi daya udang vaname,dan pengembangan kelembagaaan,” kata dia.

Dia menambahkan peserta pelatihan tersebut yang merupakan dari beberapa petani tambak udang di Sumut dan penyuluh perikanan dari Maros dan Pangkep.

Dia berharap petani dapat memahami cara budi daya udang yang baik dan benar. Dengan begitu, efek yang dihasilkan akan baik juga hingga berdampak pada meningkatnya taraf kesejahteraan bagi si petani tambak udang sendiri.

Di kegiatan ini selain pemaparan materi yang diberikan ke peserta, mereka juga diberikan kesempatan untuk berkunjung ke beberapa instalasi yang dimiliki oleh BRPBAP3 seperti di Instalasi Maranak dan Instalasi Tambak Percobaan Takalar.

Selain pemateri dari BRPBAP3, kami melibatkan pemateri unsur dunia pendidikan, ,” kata Kepala Seksi Pelayanan Teknis dan Sarana  itu.

Di hari terakhir pelatihan tersebut peserta dan salah staf ahli DPR RI Komisi VII Gusmiyadi berkunjung ke Instalasi TambakPercobaan Takalar untuk melihat proses,konstruksi  teknologi super intensif dan Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL),di Instalasi tersebut rombongan di terima langsung oleh Prof. Dr. Ir. Rachmansyah, M.S  Peneliti senior di BRPBAP3 yang sekalgus menutup kegiatan ini.

Untuk melihat materi diatas dapat di unduh di bawah ini :

PengantarAkuakultur-AkhmadMustafa

Pemilihan Lokasi Perikanan Budidaya Air Payau 03 09 2018

Desain dan konstruksi tambak

Budidaya udang vaname (Rekomtek 201PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG VANAME Litopenaeus vannamei

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG VANAME Litopenaeus vannamei

ANALISA USAHA BUDIDAYA UDANG

Penyakit Udang dan Kesling Perikanan Budidaya