Diskusi Tentang karir Peneliti KKP Pasca Peraturan MENPAN-RB dan Perka LIPI Oleh Ketua HIMPENINDO KKP Dengan Peneliti BRPBAP3

172

Maros_Pada kedudukannya peneliti sebagai pelaksana teknis dalam melakukan kegiatan Penelitian, Pengembangan, dan/atau Pengkajian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada Organisasi Penelitian, Pengembangan, dan/atau Pengkajian Instansi Pemerintah. Peneliti merupakan jabatan karier PNS

Terkait dengan kegiatan penelitian tentunya tidak bisa lepas dari profesi seorang peneliti, dan jabatan fungsional peneliti. Jabatan fungsional peneliti merupakan jabatan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memungkinkan untuk mencapai jenjang pangkat/ golongan sampai dengan Pembina Utama-IV/e sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan angka kredit yang dimiliki

Sehubungan dengan telah diundangkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Peneliti, maka Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) dilaksanakan diskusi internal lingkup BRPBAP3 diikuti seluruh peneliti Selasa, 26 Februari 2019 dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Ngurah Nyoman Wiadyana, DEA (Ketua HIMPENINDO KKP). Yang didampingi Kasubbag TU BRPBAP3 Andi Bahtiar S,St.,Pi sekaligus membuka kegiatani, kegiatan diskusi  ini bertujuan dalam dalam rangka meningkatkan kompetensi peneliti dan Kegiatan ini sebagai bagian dari sosialisasi internal agar para pegawai  khususnya peneliti mengetahui adanya peraturan yang baru, serta secara bersama-sama meng-identifikasi poin-poin pada peraturan tersebut yang mungkin menjadi hambatan untuk pembinaan karir peneliti.

Pada sesi tanya jawab hampir seluruh peneiti antusias mengajukan pertanyaan dan  mengharapkan sosialisasi ini mampu menjadi solusi untuk segala permasalahan yang selama ini terjadi. Disamping itu, diharapkan diskusi ini juga untuk menemukan solusi atas hambatan yang mungkin timbul. Detail-detail dari aturan ini sepertinya masih akan dijabarkan dalam bentuk peraturan kepala LIPI. Pada akhirnya, semoga peraturan baru ini membawa semangat mengglobal yang lebih baik untuk seluruh peneliti di Indonesia secara umum.