Kolaborasi BRPBAP3, PT. ATINA dan Protokol ASIC Untuk Budidaya Udang Windu Berkelanjutan

272

Pinrang_Berbagai program dan kegiatan yang digulirkan pemerintah kabupaten pinrang dalam upaya pengembanagn sektor perikanan di Kabupaten Pinrang baik pemberian bantuan, program pendampingan maupun bentuk sosialisasi kepada pembudidaya. Besarnya minat masyarakat dunia untuk mengkonsumsi produk pangan organik menjadikan sektor budidaya udang windu di Kab. Pinrang makin gencar di sosialisasikan.

PT. Atina (Alter Trade Indonesia) perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengelolaan udang beku  bekerjasama dengan Asian Seafood Improvement Collaborative (ASIC) yaitu kolaborasi regional yang sedang berkembang antara pemangku kepentigan sektor swasta dari Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam yang telah bersama sama mengatasi tantangan sosial dan lingkungan berkelanjutan, mengadakan sosialisasi budidaya udang windu berkelanjutan, bertempat di Kelurahan Lanrisang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang Rabu, tanggal 27 Februari 2019. Ini merupakan kegiatan lapangan untuk implementasi peningkatan mata rantai budidaya perikanan yang berstandar internasional.  

Direktur PT. Altex Trade Indonesia ini Bapak Harry Susanto bekerjasama dengan ASIC dan BRPBAP3 Maros yang menginisiasi kegiatan sosialisasi budidaya udang windu berkelanjutan pada sambutannya dihadapan sekitar 30 orang pembudidaya mengatakan, tujuan dari sosialisasi ini mengingat keamanan pangan cukup penting untuk melindungi konsumen untuk tidak mengkonsumsi pangan yang tidak memenuhi syarat kesehatan, mutu, gizi dan membahayakan sehingga para pembudidaya khusunya di Kab. Pinrang untuk diberikan solusi untuk budidaya udang windu yang berkelanjutan”kata Harry,

Kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah dalam membangun perikanan dipelosok dalam hal ini BRPBAP3 pada kesempatan tersebut mendapat undangan sebagai narasumber, Ketua kelompok peneliti kesehatan ikan dan lingkungan BRPBAP3 bapak Ir. Muharijadi Atmomarsono, M.Sc sesuai permintaan dari pihak PT. ATINA,dihadapan para pembudidaya membawakan materi aplikasi probiotik rica di tambak,peneliti senior BRPBAP3 yang sudah tidak asing lagi bagi pembudidaya yang ada di Kab. Pinrang menguraikan masalah penyakit yang merupakan hal utama yang tidak boleh diabaikan , pengendalian penyakit dalam usaha budidaya ikan/udang masih mengandalkan antiseptic, disinfektan sampai antibiotic.keuntungan dari penggunaan probiotik untuk meningkatkan kesehatan lingkungan tambak dan meningkatkan sistem imun dan inang serat dapat mengendalikan/menghambat mikroba patogen kata “Muharijadi pada pada pemaparannya.

Dengan adanya kolaborasi dari pihak swasta dan pemerintah diharapkan oleh para pembudidaya yang hadir agar sekiranya dapat memberikan solusi dan bagaimana mengoptimalkan sumberdaya perikanan khusunya udang windu untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat yang ada du Kab. Pinrang.