Partisipasi BRPBAP3 Pada Tudang Sipulung Terkait Ikan Sapu-Sapu Di Danau Tempe

83

Wajo_Berdasarkan penelitian terakhir sudah banyak jenis ikan yang tidak ditemukan lagi di perairan danau tempe di Kabupaten Wajo, hilangnya sebagian spesies ikan di danau tempe bukan tidak mungkin di sebabkan karena berkembangnya ikan sapu-sapu dengan bahasa latin(Liposarcus Pardalis) ini merupakan ikan yang memiliki warna tubuh coklat hitam kekuningan dengan sirip punggung yang besar, ikan ini dapat tumbuh hingga mencapai ukuran 50 cm dan hidup lebih dari 20 tahun.

Pada penelitian status terkini jenis ikan yang ada di danau tempe pada tahun 2016-2017 dari 19 jenis ikan yang di temukan  satu diantaranya adalah ikan sapu-sapu ini merupakan jenis ikan asing(dari luar) yang baru ditemukan di danau tempe. ikan ini dapat membahayakan ekosistem dan lingkungan perairan karena ikan jenis ini bersifat invasiv jika dibiarkan berkembang ikan ikan disekitarnya bisa musnah, ini disebabkan karena dampak yang ditimbulkan  oleh ikan sapu-sapu meliputi perubahan struktur lingkungan perairan, gangguan rantai makanan, persaingan dengan spesies endemik dalam hal pemanfaatn sumber daya seperti makanan dan ruang hidup, perubahan komunitas tumbuhan air dan kerusakan pada alat tangkap ikan,Berdasarkan permen 41/PERMEN-KP/2014 tentang larangan memasukkan jenis ikan berbahaya ke wilayah Indonesia

Berbagai permasalahan tersebut di atas saat ini sudah dialami oleh nelayan danau tempe. Beberapa diantaranya memilih untuk tidak lagi turun mengais rejeki di danau tempe,selain merusak jaring, juga karena hasil tangkapan mereka sudah berkurang.Keresahan warga dengan dampak yang ditimbulkan oleh ikan sapu-sapu ini disampaikan pada saat anggota DPR RI dari Komisi II, Ibu Andi Mariattang, S.Sos melakukan reses di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo.untuk menindaklanjuti masalah tersebut,perlu penanganan dari instansi terkait dengan melibatkan partisipasi warga.Oleh karena itu untuk penangananya perlu di lakukan tudang sipulung (duduk bersama) dengan warga melibatkan beberapa instansi perikanan .

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Maret 2019 di Desa Limpo Rilau Kecamatan Belawa Kecamatan Wajo.dihadiri sekitar 150 orang dari unsur nelayan danau tempe, pemerintah Desa/Kecamatan dan Instansi teknis serta tim ahli perikanan dengan menghadirkan narasumber Ir. Sitti Hadidja M.Si (Kepala BKIPM Makassar), Indar Wijaya (Dirut BUMN Perum Perikanan Indonesia), Agus Nawang, S.St.Pi (Mewakili Plt. Kepala BRPBAP3 Maros), Ir. Nono Hartanto (Kepala BPBAP Takalar), Hardi Haris (Kabag Budiddaya Dinas Perikanan Prov. Sulsel), dan Ir. Nafsari (Kepala Dinas Perikanan Kab. Wajo).

Tudang sipulung tersebut diawali dengan arahan Ibu Andi Mariattang, S.Sos selanjutnya sambutan oleh H. Ahmad Jahran, AP.M.Si (Camat Belawa) setelah arahan dan sambutan selanjutnya field visit (kunjungan lapangan) untuk mendapatkan gambaran masalah dan memudahkan rancang bangun tindak lanjut yang akan dilakukan oleh warga dan instansi terkait dilanjutkan dengan brainstorming terkait masalah yang dihadapi oleh para nelayan yang memanfaatkan hasil danau tempe berkaitan dengan berkembangnya ikan sapu-sapu dan elaborasi masalah dan penangananya oleh masing masing narasumber sesuai dengan keahliannya dan dialnjutkan dengan tanya jawab oleh para audiens.

Harapan Ibu Andi Mariattang, S.Sos pada kegiatan tudang sipulung ini, mengharapkan adanya koordinasi lanjutan oleh pemda terkait  yang punya andil adanya masalah ini, dikoordinir oleh pemerintah Provinsi dibantu oleh Satker Pusat yg terkait.