Penebaran Informasi Riset : BRPBAP3 Mengadakan Diseminasi Pembuatan Pakan Ikan/Udang Mandiri Berbahan Baku Lokal di Kepulauan Selayar

136

Selayar – Ketergantungan pembudidaya pada pakan pellet pabrikan yang tinggi serta mengingat harga pakan yang kian hari kian melambung, membuat pakan ikan buatan sendiri merupakan alternatif dan solusi terbaik bagi pembudidaya ikan dan hal ini sering menjadi pertanyaan bagi para pembudidaya ikan yang ada di wilayah kerja para penyuluh perikanan. Sehinga sangat diperlukan sekali pemberian bekal materi mengenai diseminasi pembuatan pakan ikan/udang mandiri berbahan baku lokal bagi para penyuluh perikanan maupun para pelaku usaha dalam artian pembudidaya yang merupakan agen perubahan dan garda pembangunan kelautan dan perikanan.

Dalam rangka meningkatkan SDM Bidang Perikanan Satuan Administrasi Pangkalan Penyuluh Perikanan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros mengadakan Kegiatan diseminasi tentang pengolahan pakan ikan/udang mandiri berbahan baku lokal, di Kabupaten Kepulauan Selayar teapatnya di Lingkungan Biring Balang Kec.Bontobahari Senin, 01 April 2019, mengingat Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, Kondisi perekonomian kabupaten ini bertumpu pada beberapa sektor diantaranya perikanan, peternakan, tanaman pangan dan perindustrian dan mata pencaharian utama sebagian besar penduduk adalah sektor perikanan.

Di awal acara Bapak Andi Bahtiar, S.St.,Pi sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha BRPBAP3 ini menjelaskan di hadapan para peserta sekitar 30 orang pembudidaya dan 15 orang penyuluh perikanan PNS dan Penyuluh Perikanan Bantu dari dinas Perikanan Kab. Selayar mengenai maksud dan tujuan diadakannya diseminasi ini, beliau mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program Kementerian Kelautan Periakanan (KKP) yakni Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) yang bisa dijalankan berbagai pihak seperti di Kab. Selayar ini sehingga bisa menekan biaya produksi perikanan. Gerpari wadah pembudidaya tetapi kelompok yang khusus membuat pakan ikan untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun kebutuhan petani ikan lain.”Gerpari bisa dijalankan siapa saja dan diharapkan terus dikembangkan sehingga petani ikan tidak mengalami kesulitan mendapatkan pakan ikan secara mandiri.

Pada sambutan berikutnya Plh. Kasie Penyuluhan BRPBAP3 yang turut hadir  Bapak Anton Mulyawan. SH, mengatakan bahwa paket-paket IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) kelautan dan perikanan perlu disosialisaikan kepada masyarakat namun tentunya cakupan dan jangkauan sangat terbatas. Oleh karenanya dengan adanya kegiatan diseminasi ini diharapkan para peyuluh dapat menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama mengikuti pelatihan kepada masyarakat luas, khususnya pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan.

Mewakili kepala dinas Perikanan Kab. Kepulauan Selayar Bapak Rustan Effendi yang hadir pada diseminasi tersebut pada kesempatannya dihadapan para peserta mengatakan maksud dan tujuan di selenggarakan kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan para pembudidaya ikan maupun udang dalam pembuatan pakan  mandiri yang berbahan baku lokal.

Lebih lanjut dikatakan beliau pemanfaatan bahan baku lokal yang dilakukan mandiri harus memperhatikan ketersediaan bahan baku yang banyak tersedia di suatu daerah atau kawasan. Selain itu, bahan baku nabati dan hewani juga bisa dimanfaatkan seperti tepung jagung, dedak, bungkil kopra, daun ubi kayu, ampas tahu, dedak dll.”Syarat bahan baku lokal jumlahnya mencukupi dan tersedia berkelanjutan sehingga setiap saat bisa diolah untuk memenuhi pakan ikan sesuai dengan

Peneliti dari Kelompok Peneliti Nutrisi dan Teknologi Pakan BRPBAP3 Drs. Kamaruddin, M.Si di bantu dengan salah seorang teknisi Tamsil, B.Sc sebagai narasumber yang dikutkan untuk memberikan suatu materi dan sekaligus praktek langsung. Menurut Kamaruddin sebelum memulai materinya mengatakan Pengetahuan bahan baku pakan sangat diperlukan agar supaya kita dapat membuat pakan buatan dengan kualitas yang baik. Setelah diketahui kebutuhan nutrien dari setiap spesies ikan yang dibudidaya, maka perlu dicari bahan-bahan baku pakan yang dapat digunakan untuk menyusun suatu formulasi pakan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrien ikan tersebut. Dalam memiliki bahan baku pakan, perlu dilakukan evaluasi kualitasnya. evaluasi ini dapat dilakukan secara kimiawi dan atau biologis. Selain itu pemilihan suatu bahan pakan juga ditentukan oleh harga bahan baku pakan tersebut. Dalam diseminasi ini para pembudidaya ikan diajarkan teori dan praktIk pembuatan pakan ikan buatan meliputi pemilihan bahan baku, penyusunan formulasi pakan ikan, pengolahan bahan baku, dan mencetak pakan. Pada pelaksanaan pelatihan pembuatan pakan ikan pembudidaya juga himbau memanfaatkan bahan baku lokal yang ada didaerah tersebut.

Sebagai output pada kegiatan diseminasi oleh BRPBAP3 tentang pembuatan pakan pellet berbahan baku lokal ini penyuluh, pembudidaya diharapkan dapat mentransferkan ilmu tersebut kepada pembudidaya-pembudidaya ikan yang ada di wilayah binaannya. Jika pembudidaya dapat membuat pakan mandiri dengan berbahan baku yang ada di sekitarnya dengan tetap memperhatikan formulasi pakannya maka dapat meminimalisir ketergantungan akan pakan impor atau pakan pabrikan yang secara langsung akan mengurangi biaya produksi dalam budidaya ikan/udang serta dapat dikontrol kualitas pakannya yang akhirnya berimbas pada peningkatan hasil produksi.