Focus Group Discussion Sinergisitas Pusat Unggulan Iptek

200

Sukamandi_ Kemenristek dikti mendorong agar sinergi lembaga penelitian  dan pengembangan (Litbang)  dapat berujung pada outcome  yakni pemanfaatan hasil penelitian oleh pihak industri maupun masyarakat. Bergabungnya beberapa lembaga penelitian dan pengembangan ke dalam Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan upaya penelitian dan pengembangan untuk saling melengkapi data, serta meningkatkan efisiensi sumberdaya dan mensinergikan pengembangan-pengembangan hasil penelitian yang dilakukan.

Guna mensinergikan antar  dua kementerian, Kementerian Kelautan Perikanan dan Kementerian Pertanian mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pusat Unggulan Iptek PUI Udang (BRPBAP3) Maros, PUI Perbenihan Ikan Laut (BBRBLPP) Gondol dan PUI Tanaman Padi (BBPT Padi)Sukamandi bidang agronomi, pasca panen pemuliaan hama dan penyakit, kegiatan ini dilaksanakan di Aula BBPT Padi selama dua hari 11-12 April 2019.

Adapun tujuan untuk pelaksanaan FGD ini adalah membahas dan menyusun proposal kegiatan riset terapan, menyampaikan progres kegiatan yang telah dilakukan serta diskusi terhadap perkembangan hasil penyampaian kegiatan. Dihadiri oleh para pengelola dari masing-masing PUI terkait (kecuali dari BBRBLPP) dan peneliti dari BBPT Padi bidang agronomi, pasca panen, pemuliaan dan hama penyakit.

Kegiatan dibuka oleh kepala bidang Program dan Evaluasi BBPT Padi bapak Dr. Yudhistira, SP, MP, yang menyampaikan tentang perkembangan pelaksanaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Pengantar kegiatan FGD sinergisitas oleh Ketua PUI Udang BRPBAP3 Maros dan penyampain profil Singkat Balai oleh Dr. Ir. Andi Parenrengi, M.Sc, Penyampaian hasi kegiatan penelitian padi dan udang windu oleh Dr. Sahabuddin, S.Pi, M. dan Hidayat Suryanto Suwoyo, S.Pi.,M.Si.

Pada kesimpulannya pada FGD tersebut bahwa untuk melakukan kegiatan tanam padi disertai penebaran udang pada lahan Pandu secara serentak harus disesuaikan dengan musim tanam di lokasi dimana kegiatan dilaksanakan. Hal ini supaya serangan hama tidak terkonsentrasi pada lahan jika penanaman tidak dilakukan secara serentak. Pembuatan peta untuk tata ruang daerah-daerah yang potensial untuk dilakukakan mina pandu ini perlu dilakukan supaya teknologi ini dapat dilakukan secara lebih luas. Ada beberapa teknik pengendalian hama yang disarankan yaitu menggunakan metode BST untuk menghalau hama tikus, penggunaan Light trap dan penggunaan pupuk organik. Yang menjadi masalah adalah pengendalian hama burung yang belum ditemukan teknik pengendaliannya secara optimal

Kegiatan FGD juga dirangkaikan dengan melakukan kunjungan ke laboratorium-laboratorium penunjang kegiatan yang ada di BBP Tanaman Padi.

  1. Laboratorium Plavour. Laboratorium ini mengerjakan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan deteksi bau terhadap suatu bahan, termasuk mengetahui bahan aktif dari suatu bahan
  2. Laboratorium Kimia Mutu. Laboratorium ini melakukan analisis proksimat terhadap suatu bahan pakan
  3. Rumah Kaca. Di rumah kaca dilakukan kegiatan terhadap identifikasi dan pengendalian hama wereng. Ada 2 jenis wereng yang telah identifikasi yaitu penggerek batang coklat dan penggerek batang putih. Pengendalian untuk serangan ke dua jenis wereng ini berbeda. Untuk wereng putih telurnya akan mati terendam air sehingga pegendaliannya dlakukan dengan mengairi sawah dan hal sebaliknay dilakukan untuk pengendalian wereng coklat. Menurut informasi yang disampaikan hama wereng biasanya terjadi pada saat musim hujan.
  4. Rumah tikus. Di rumah tikus dilakukan kegiatan bagaimana mengatasi hama tikus yang menyerang padi sehingga pengetahuan terhadap perkembangbiakan tikus dan hal-hal lain yang terkait dengan siklus dan kebiasaan hidup tikus menjadi salah satu hal yang menjadi fokus penelitian. Sampel-sampel tikus juga banyak yang telah dikoleksi baik secara utuh maupun terpisah oragn, seperti oragna mata misanya yang dapat digunakan untuk mengetahui umur tikus. Penggunaan alat/teknik BST direkomendasikan digunakan untuk mengendalikan hama tikus.
  5. Light Trap. Penggunaan light trap dapat diterapkan untuk menghalau  hama wereng pada waktu malam dengan menggunakan lampu listrik berkekuatan 150 watt yang digunakan sebagai sumber cahaya untuk menarik perhatian hama wereng teresebut sehingga dapat diperangkap

Beberapa jenis taanaman bunga juga dapat digunakan untuk menghalau hama pada tanaman padi. Syarat yang harus dimiliki oleh tanaman tersebut adalah mempunyai kelopak yang merekah dan berwarna cerah