Diseminasi Teknologi Seleksi Rumput Laut Untuk Penyuluh dan Pembudidaya Kab. Maros

46

Maros_ Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang dapat diandalkan dalam program revitalisasi perikanan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan dukungan teknologi budidaya melalui penelitian dan pengembangan yang dapat diadopsi dan secara signifikan dan dapat meningkatkan produktivitas pembudidaya rumput laut di Indonesia.

Melalui penyuluh perikanan Satuan Pangkalan Admininstrasi (Satminkal) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan berwilayah di Kabupaten Maros, melakukan kegiatan Diseminasi teknologi Seleksi Rumput laut berlokasi di Instalasi Tambak Percobaan Maranak di Desa Manrimisi Lompo, Selasa 16, April 2019.Tidak hanya penyuluh tapi juga dilibatkan pembudidaya yang ada di daerah tersebut.

Adapun jenis rumput laut yang diseleksi pada kegiatan diseminasi tersebut yaitu jenis Gracilariia verrucosa yang juga merupakan  hasil riset kultur jaringan rumput BRPBAP3 yang juga sudah banyak diadopsi oleh pembudidaya disekitar wilayah Maros Baru.

Ibu Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum (Peneliti BRPBAP3) sekaligus penanggung jawab kegiatan ini mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini metode seleksi ini adalah untuk mendapatkan varietas bibit unggul Gracilaria verrucosa ,mendukung peningkatan produksi rumput laut di tambak serta mendukung pengembangan kebun bibit rumput laut Gracilaria verrucosa secara berkelanjutan, dengan beberapa banyak keunggulan teknologi seperti bibit hasil seleksi varietas memberikan performa cepat tumbuh dengan laju pertumbuhan harian, Bibit hasil seleksi dapat meningkatkan produksi sebesar 32-40% dibandingkan dengan bibit non seleksi. bibit hasil seleksi varietas lebih tahan terhadap sindrom ekstrim lingkungan.

Metode yang dilakukan dalam seleksi bibit unggul rumput laut Gracilaria verrucose adalah metode tali panjang atau biasa disebut metode longline Longline merupakan rangkaian beberapa untai tali yang terdiri atas tali utama, tali bentangan, tali cincin dan pelampung membentuk suatu konstruksi empat persegi panjang sebagai tempat pemeliharaan rumput laut dengan memilih lokasi untuk budidaya tambak pada umumnya.

Pada kegiatan tersebut hadir pula Plh. Kasie Penyuluhan Bapak Anton Mulyawan dan Kasubseksi Pelayanan Teknis Ibu Rosmiati, A.Md.