Peluang Karya dan Inovasi Penyuluh Perikanan Mendapatkan Hak Paten atau Hak Kekayaan Intektual

134

Maros (19/11). Minimnya perlindungan hukum bagi karya-karya dan inovasi dari Penyuluh Perikanan yang dapat berpotensi diarahkan untuk diajukan mendapatkan Hak Paten atau Hak Kekayaan Intektual (HKI) yang tentunya sudah diatur dalam tata laksana hukum di negara kita sebagai penghargaan untuk warga negara yang memiliki inovasi sehingga harapan dan peluang yang sangat terbuka kepada setiap insan kelautan dan perikanan, termasuk penyuluh perikanan. Untuk memberikan pemahaman dan informasi mengenai Hak Paten dan Haki bagi penyuluh perikanan maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam hal ini Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan mengadakan webinar HKI Tentang Mekanisme Pengajuan Hak Paten/HKI Hasil Karya Dan Inovasi Penyuluh Perikanan

Turut hadir secara daring pada kesempatan tersebut Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja. Sekretaris BRSDMKP, Kusdiantoro, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Harun Sulianto dan 926 peserta terdiri dari penyuluh perikanan seluruh Indonesia, peneliti dan dosen

Webinar ini penting dilaksanakan sebagai langkah awal adanya untuk mengetahui kebijakan/aturan, syarat/ketentuan serta apa saja yang perluh disiapkan baik berkas maupun bahan materinya dalam mengajukan HKI. Webinar dilaksanakan pada Kamis (19/11) di BRPBAP3, secara virtual dibuka oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Sjarief Widjaja. 

Dalam sambutannya Kepala BRSDMKP menyampaikan Pentingnya perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual (KI) karena memiliki nilai manfaat ekonomi dan produksi. Kelayakan Intelektual merupakan hasil olah pikir manusia yang menjawab permasalahan yang dihadapi manusia.

“Kami  menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya untuk sinergi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Sekretaris BRSDM dan Peneliti BRPBAP3  untuk pencerahan dan pengetahuan yang akan didapatkan pada webinar ini untuk kami semua ,” ujar Sjarief.

Kepala BRPBAP3 dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana karena dari hasil monev lapangan banyak ditemukan karya maupun inovasi dari para penyuluh dan sudah banyak diminta oleh perusahaan Khususnya satminkal BRPBAP3 Maros, beberapa penyuluh telah melakukan one step ahead berupa karya-karya berupa modifikasi atau menambah kegunaan dari suatu produk.  Sebut saja Andi Cakra Gunar, penyuluh di Kab Selayar.  Beliau telah menemukan Penilaian Mutu organoleptic/sensori produk perikanan, Kort Nozzle Ketinting (KNK), Solar Fish Dehydrator (SOFINDY). Altenator Flywheel Free Electric (AFFE). Sehingga diperlukan pemahaman mekanisme pendaftaran HKI kepada para penyuluh.

Sementara, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan apresiasi kepada kepala BRPBAP3 yang telah inisiasi kegiatan ini yang sangat bermanfaat kepada penyuluh perikanan sehingga bisa menambah semangat bagi para penyuluh.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan Harun Sulianto, menjelaskan Perlindungan HKi merupakan penghargaan untuk warga negara yang memiliki inovasi sehingga harapan dan peluang yang sangat terbuka kepada setiap insan kelautan dan perikanan, termasuk penyuluh perikanan.

Pada sesi paparan, Sekretaris BRSDMKP, Kusdiantoro, menyampaikan apresisasi atas pelaksanaan kegiatan ini karena merupakan terobosan baru dalam pengajuan HKI khususnya penyuluh perikanan.

Narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Marini Olivia, menyampaikan bahwa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hak yang timbul dari kemampuan berpikir atau olah pikir menghasilkan suatu produk yang menghasilkan proses yang berguna bagi Negara.

Sementara narasumber dari BRPBAP3, Ince Ayu menyampaikan pengalaman pengajuan paten hasil riset yang sudah dilakukan. Kegiatan diakhiri dengan penutupan dari Kepala BRPBAP3.