Webinar Coaching Clinic Komunikasi Efektif ke Pelaku Utama & Menulis Populer

130

Maros_Komunikasi efektif dan Kemampuan menulis popular di era digital merupakan keahlian yang layak untuk diasah. Menulis adalah bentuk komunikasi yang sangat penting, selain bahasa lisan. Olehnya itu Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan menggelar webinar webinar “Coaching Clinic Komunikasi Efektif ke Pelaku Utama & Menulis Populer”. guna berusaha meningkatkan kualitas dan keterampilan menulis para Penyuluh Perikanan. Senin, 21 Desember 2020

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros,  A. Indra Jaya Asaad, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Dudi Fitri Susandi, Penulis/Aktivis Pemberdayaan Masyarakat, Asmahudroh, serta partisipan sebanyak 120 orang terdiri dari Penyuluh Perikanan Kab/Kota, Peneliti, dosen, guru dan umum.

Narasumber yang dipilih untuk menyajikan materi adalah Sekretaris Dinas Arsip dan perpustakaan Kota Bogor, Dudi Fitri Susandi. Topik yang disajikan berjudul “Penyuluh Hebat, Masyarakat Sejahtera, Bangsa Berjaya”. Dan Penulis/Aktivis Pemberdayaan Masyarakat, Asmahudroh dengan topik berjudul “ Eksis Itu Harus”. Materi tersebut sesuai dengan kebutuhan para peserta yang berkaitan dengan tugas sebagai penyuluh perikanan

Dalam Sambutan Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan menyampaikan bahwa diakhir tahun 2020 BRPBAP3 dapat melaksanakan webinar dengan tema yang luar biasa yaitu Komunikasi Efektif ke Pelaku Utama & Menulis Populer” dan dalam waktu dekat BRPBAP3 akan launcing media radio online untuk mengupdate informasi, pengumuman untuk menambah hasanah media informasi di Balai Kita.

Ia menjelaskan, Tema hari ini adalah bagaimana bisa komunikasi efektif ke pelaku utama. Pelaku utama yang dimaksud adalah Pembudidaya, Nelayan, pengolahan hasil perikanan. Bagaimana program – program pemerintah bisa tersampaikan dengan baik kepada pelaku utama sehingga pelaku utama bisa menerima manfaat dari komunikasi tersebut.

Lebih lanjut lagi, etika kemunikasi adalah bagaimana kita bisa mengajak pada kebaikan, menasehati dalam kebaikan. Menurut Imam Syafi’i barang siapa menasehati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi berarti ia telah menasehati dan mengindahkannya, barang siapa yang menasehati dengan terang – terangan berarti ia telah mempermalukan dan memperburukannya sehingga ini menjadi hasanah baru buat kita semua ketika kita ingin koreksi pelaku utama sebaiknya kita juga memposisikan diri bagaimana agar sesuai dan santun, salah satunya dengan berkunjung ke kediaman beliau.

 “Komunikasi tak kalah pentingnya adalah dalam bentuk tulisan karena dengan menulis berita di media sosial dampaknya sangat besar antara lain pimpinan kita di pusat dapat mengetahui kinerja kita dan menunjukkan bahwa kita bisa beraktifitas dilapangan dan bisa menyampaikan kebaikan kepada orang lain,”ujar Indra.

Pada sesi paparan Sekretaris Dinas Arsip dan perpustakaan Kota Bogor, Dudi Fitri Susandi. Menyampaikan bahwa arti komunikasi adalah pengiriman atau tukar menukar informasi, penyampaian pesan, kombinasi SSA (skill,Scienci dan Art) dengan tujuan Informatif, Persuasif dan Entertaint. Penyuluh harus mampu berkomunikasi sesuai sasaran,penguasaan pesan, metode penyampaian, tidak menggurui,mendikte atau menekan dan menguasai system social setempat. Penyuluh sebagai agen perubahan harus bisa mengubah dirinya melalui pemberdayaan usaha perikanan dan berperan sebagai pemimpin, manajer dan pengusaha yang handal

Sementara narasumber dari Aktivis Pemberdayaan Masyarakat, Asmahudroh,  menjelaskan bahwa kenapa perlu eksis agar supaya terkenal dengan melalui publikasi di media social, media komunikasi dan atau media massa. Dengan tujuan sebagai bukti kinerja, promosi kegiatan dan berbagi ilmu Semua saran bisa dimanfaatkan yang terpenting adalah konten yang harus sesuai yang dipersyaratkan dalam menulis yakni LEAD yang ringkas memuat 4 W (What, When, Where, Who)

Terakhir sebelum ditutup Kepala BRPBAPPP, A. Indra Jaya menyampaikan syair; kalau mendung hitam diatas kepala jangan larang hujan turun kebumi, kalau anging bertiup dengan kencangnya jangan larang daun-daun kering berguguran, kalau senyummu selalu mekar dihatiku jangan larang aku tetap setia dan rindu padamu.