Memanfaatkan Loteng Rumah Untuk Budidaya Ikan Nila

343

Makassar_Sekarang ini kebutuhan akan lahan di kota-kota besar  khususnya di Makassar ataupun di banyak tempat lain sudah semakin tinggi, Pasalnya, untuk parkir kendaraan bermotor saja sudah susah apalagi punya halaman dengan kolam yang berisi ikan bagaikan mimpi. Akan tetapi karena sebagian orang hobi dengan budidaya ikan serta  sebagian lagi yang memang untuk menambah pemasukan bagi keluarga, maka orang semakin banyak yang berfikir tentang cara yang dapat digunakan untuk menyikapi permasalahan lahan yang semakin menyempit.  Selalu ada jalan di tengah kesempitan. Selalu ada ruang terbatas yang bisa dimaksimalkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Salah satu kelompok Binaan Andi Purwanti, S.St.Pi yang merupakanPenyuluh Perikanan Satminkal BRPBAPPP Maros, Ali Akbar, bercerita tentang bagaimana cara mereka menyikapi akan permasalahan lahan yang semakin menyempit seperti sekarang ini. Awal mulanya tertarik untuk budidaya  ikan nila, hanya untuk mencoba budidaya ikan nila dikolam terpal, karena tdk adanya lahan kosong  pekarangan yg bisa dimanfaatkan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan lantai 2 rumah  yang dalam tahap pembangunan, dan karena hasilnya memuaskan akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kegiatan tersebut, ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya tidak memiliki niat untuk budidaya ikan nila, jadi lantai dua rumah saya tersebut, sebenarnya tidak didesain secara khusus untuk dapat digunakan budidaya ikan namum karena kondisi kosong maka saya berfikir daripada ruangan tersebut dibiarkan kosong lebih baik jika digunakan saja, dan dia memilih budidaya ikan nila, karena terinspirasi oleh pengalaman teman-teman yang lain yang telah berhasil sebelumnya.

Ali menuturkan, untuk kolam nila yang dia gunakan adalah kolam terpal yang berbentuk lingkaran, dengan kerangka besi, sehingga setelah membelinya, maka tinggal merangkainya saja di rumah. Jika ditempat kami kolam seperti ini sudah tersedia di toko perlengkapan kolam dari terpal, jadi tidak terlalu sulit mendapatkannya,”Ujar Ali.

“Kami atas nama Kelompok Pembudidaya Kasorokoang yang berada di kelurahan parangloe kecamatan Tamalanrea, mengucapkan terima kasih kepada ibu Andi Purwanti, S.St.Pi yang merupakan penyuluh perikanan Satminkal BRPBAP3 Maros yang selama ini selalu setia mendampingi kami di lapangan sehingga kami bisa sukses Memanfaatkan loteng rumah untuk budidaya ikan,” Ujar Ali

Sementara itu, Penyuluh Perikanan Satminkal BRPBAP3 Maros, Purwanti disela sela kunjungannya ke kelompok Kasokoang yang berlokasi di Kelurahan Parangloe Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar bersama dengan tim dari Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar pada hari Rabu 23 Februari 2021 menyampaikan, bahwa kegiatan penebaran dikolam dilakukan pada awal bulan Mei Tahun 2020 dengan padat tebar sekitar 3000 ekor ikan nila dengan ukuran benih 2-3 cm per ekor. Bulan Oktober 2020 telah dilakukan panen dengan hasil panen 300 kg. Keuntungan yang dihasilkan oleh kelompok Kasoroang dari Budidaya Ikan Nila dengan sistem Bioflok sebesar Rp 7.875.800 selama 1 siklus produksi.

“Untuk Penebaran tahap kedua telah dilakukan pada bulan Januari Tahun 2021 dengan padat tebar sekitar 2000 ekor benih ikan nila, dengan harga benih untuk ukuran 2 – 3 cm sekitar 300 per ekor dimana waktu pemeliharaan sekitar 5 bulan dengan media mesin aerator dan aerasi 7 unit per kolam dengan target produksi sekitar 300 kg. Harapan dari kegiatan ini menjadi inpirasi bagi masyarakat disekitar dengan pemanfaatan lahan sempit berupa loteng rumah menjadi alternatif guna menumbuhkan ekonomi di masa pandemic,” Ungkap Purwanti.