Bupati Pangkep buka FGD dan diseminasi hasil riset BRPBAPPP “Sistem Informasi Pengelolaan Tambak (SIPETAK)

104

PANGKEP (06/04) – Sistem Informasi Pengelolaan Tambak (SIPETAK) adalah sebuah sistem informasi pengelolaan tambak dalam bentuk aplikasi Prototipe Teknologi WebGIS yang merupakan pengembangan sistem informasi geografis (SIG atau GIS) yang berbasis internet. Saat ini prototipe tersebut terus dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) agar manfaatnya lebih besar lagi bagi Pemerintah Daerah dan stakeholder. Dengan adanya inovasi Sipetak yang bertujuan untuk memudahkan visualisasi dan interpretasi untuk menjamin efektivitas penetapan kebijakan pengelolaan dan pengembangan budidaya tambak. Dengan aplikasi sipetak mempermudah untuk mendapatkan informasi petakan tambak dan informasi jaringan saluran tambak serta sungai. Sehingga memudahkan dalam pengelolaan seperti revitalisasi saluran dan manajemen kualitas air.

Tahun 2018, peneliti sumberdaya daya lahan dan lingkungan budidaya BRPBAPPP Maros Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Dr. Tarunamulia dan Tim mengembangkan suatu aplikasi Prototipe Teknologi WebGIS yang merupakan pengembangan sistem informasi geografis (SIG atau GIS) yang berbasis internet  yang dinamakan Sistem Informasi Pengelolaan Tambak disingkat SIPETAK. Melalui kajian pengembangan aplikasi Sipetak tersebut. BRPBAPPP melaksanakan Kegiatan FGD dan diseminasi hasil riset “Pemanfaatan WebGIS Sistem Informasi Pengelolaan Tambak (SIPETAK) “ yang saat ini sudah berbasis Android kepada penyuluh perikanan Kabupaten Pangkep serta dinas perikanan Kab. Pangkep yang dilaksanakan di Kantor Bupati Pangkep pada tanggal 6 April 2021 dengan jumlah peserta 90 orang terdiri dari pembudidaya, penyuluh perikanan, Camat dan OPD Kab. Pangkep.Turut hadir  secara daring Sekretaris Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kepala Pusat Riset Perikanan. Bupati Pangkep, H Muhammad Yusran Lalogau S.Pi M.Si  yang membuka kegiatan tersebut sangat merespon positif kegiatan ini mengingat fungsi dan manfaat dengan keberadaan WebGIS SIPETAK sangat membantu pengelolaan kegiatan budidaya pada skala petakan dan hamparan dan juga sangat bermanfaat baik untuk para penyuluh maupun para petambak, lebih lanjut  mengatakan.” bahwa mudah – mudahan kedepan inovasi yang sudah dihasilkan oleh hasil riset bisa dapat diterapkan di Kab. Pangkep dan tentunya saya sebagai bupati akan mendukung sepenuhnya mengingat potensi perikanan di Kab. Pangkep cukup besar dan belum maksimal dalam pengelolaannya. Kepala BRSDM KP yang diwakili oleh Sekretaris BRSDM, DR. Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc secara daring, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRPBAPPP yang telah menciptakan banyak inovasi salah satunya adalah Sipetak. Dengan adanya inovasi ini kami berharap dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk mendukung program pembangunan kelautan dan perikanan.“Inovasi sipetak ini menarik karena merupakan salah satu terobosan yang sejalan dengan program trobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” Kusdiantoro.

Kepala BRPBAPPP Maros, Indra Jaya, dalam Sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kab. Pangkep atas kerjasama dan dukungannya sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Salah satu hasil riset yang akan dimanfaatkan oleh pemda Pangkep adalah Sipetak sehingga diharapkan dengan adanya sipetak ini bisa langsung melihat data existing tambak yang ada di Kab. Pangkep. Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah setempat.  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pangkep,  Andi Farida, yang hadir pada acara FGD dan diseminasi hasil riset, merespon positif dan berterima kasih kepada BRPBAPPP yang telah memilih Pangkep sebagai lokasi diseminasi  mengingat fungsi dan manfaat WebGIS SIPETAK sangat membantu pengelolaan kegiatan budidaya pada skala petakan dan hamparan dan juga sangat bermanfaat baik untuk para penyuluh maupun para petambak. “Saya berharap WebGIS SIPETAK dapat terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan budidaya perikanan di Indonesia,” tuturnya. Sementara itu, Dr. Tarunamulia, yang merupakan penanggung jawab kegiatan riset, menuturkan bahwa selain untuk meningkatkan kemampuan operasional aplikasi SIPETAK bagi para peserta, bimbingan teknis juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan konstribusi calon surveyor dalam memperkaya data sekaligus meningkatkan akurasi informasi dari WebGIS Sipetak yang bersifat spasio-temporal.