Membangun Sinergitas Kebijakan dan Program Terkait Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan Tahun 2021

152

Malili, 10/04/2021. Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur bersama Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros/Satminkal Maros, melakukan Kegiatan dengan Tema: Membangun Sinergitas Kebijakan dan Program terkait Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan Tahun 2021, kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas KP Luwu Timur Bapak A.K Salim di Aula Hotel I Lagaligo, Malili. Kegiatan dihadiri oleh Kasie Budidaya dan Kasie Tangkap Luwu Timur, Perwakilan Satminkal Maros (Ansar, S.Put selaku Analis Kepegawaian Pertama) dan dan Muhammad Yusuf, M.Si selaku Perencana Ahli Muda), Koordinator Penyuluh Perikanan Luwu Timur dan Para Penyuluh Perikanan Luwu Timur.

Dalam sambutan Kadis KP sangat mengapresiasi Kunjungan Tim BRPBAPPP Maros pada Kegiatan ini, ujarnya. Lanjutnya Kadis KP sangat berharap bahwa kegiatan perlu menjadi kegiatan Rutinitas setiap tahun sebagai wujud komitmen dalam memajukan sektor Kelautan dan perikanan apalagi Dinas KP merupakan Satkorluh berdasarkan peraturan yang berlaku. Kegiatan ini juga sangat memberikan kontribusi positif hubungan komunikasi antara Penyuluh Perikanan dengan Dinas Perikanan kabupaten Luwu Timur.

Pada sesi tanya jawab pada kegiatan tersebut, salah satu penyuluh bernama Tauhid memberikan pertanyaan kepada Perwakilan Satminkal Maros dan Dinas Perikanan Kab Luwu Timur, bahwa dengan adanya kegiatan ini diawal tahun 2021 menjadi penyemangat dalam melaksanakan Tugasnya sebagaimana yang tertuang dalam naskah Programa yang selama ini belum pernah tersentuh secara nyata dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan dan Dinas Perikanan Kab Luwu Timur. Pada moment tersebut beliau juga meminta kepada Kadis Perikanan supaya memfasilitasi Ruangan sebagai pos Penyuluh untuk melakukan berbagai kegiatan administrasi dan sebagai tempat pertemuan sesama Penyuluh.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur langsung merespon permintaan dari Sdr Tahuid, akan menyiapkan 1 Ruangan di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur sebagai Pos Penyuluh.

Menurut Muhammad Yusuf selaku Perencana Ahli Muda BRPBAPPP Maros yang menangani Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan kedepan perlu membangun persepsi yang sama dalam mendesain Perencanaan secara komprehensif antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan perikanan dengan Pemerintah daerah dalam ini Dinas Perikanan sebagai wujud implementasi dari Visi Dan misi dan Program Untuk menuju Indonesia Unggul sesuai Nawacita Presiden Jokowi.

Kegiatan ini merupakan konsolidasi untuk melakukan monitoring diawal tahun terkait dengan penyelenggaraan Penyuluhan dalam melakukan pendampingan terhadap Pelaku utama dan Usaha sektor KP di Kabupaten Luwu Timur sebagai wilayah kerja Penyuluh Perikanan. Mengingat Kabupaten Luwu Timur sangat potensial untuk pengembangan dan pembinaan disektor kelautan dan perikanan khususnya Bidang Budidaya dan penangkapan.

Syahrir selaku Kasie Budidaya Kabupaten Luwu Timur mengusulkan kepada Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan perikanan yang fasilitasibSatminkal Maros supaya kedepan perlu di adakan kegiatan semacam Ekspose Penyuluhan sebagai bentuk apresiasi dan indikator keberhasilan dalam proses Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan setiap Tahun atau setiap 2 Tahun sekali ada Kegiatan Ekspose.

Ansar sebagai Perwakilan BRPBAPPP Maros sangat bersyukur dan mengapresiasi Kebijakan Pak Kadis Perikanan yang dengan bijak memberikan Ruangan khusus kepada Penyuluh Perikanan sebagai Pos Penyuluh. Ini merupakan komitmen dan penghargaan yang harus dijaga dengan baik sebagai wujud Kebersamaan dalam memajukan sèktor Kelautan dan perikanan khususnya di Luwu Timur.

Diakhir kegiatan, Tim BRPBAPPP Maros, Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur dan para Penyuluh melakukan kunjungan Kelompok Budidaya ikan PAMMASE DEWATA di Desa Atue, Kecamatan Malili yang merupakan binaan Koordinator Penyuluh Perikanan sdr. Wahyudi yang baru dibentuk sekitar 2 Bulan tetapi memiliki sistem pengadministrasian cukup baik sehingga perlu pembinaan lebih lanjut, dan yang paling menarik dari kelompok Pammase Dewata karean Ketua Kelompok lulusan S1 Perikanan yang masih sangat Muda bernama Andi Boner sehingga bisa menjadi Pilot Project Petambak Millenial. Adapun harapan dari ketua kelompok dari Pammase Dewata untuk mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas SDM dan Tatacara berbudidaya, Pakan Mandiri dan Pencegahan Penyakit yang selama ini menjadi kendala Mendasar