Penguatan Kelembagaan UMKM sektor Kelautan dan perikanan Kabupaten Luwu Utara melalui Sinergitas dan Komitmen

91

Luwu Utara_Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sektor Kelautan dan perikanan merupakan kekuatan ekonomi kerakyatan yang mampu menjadi pilar ekonomi untuk Masa depan Masyarakat. Kementerian Kelautan dan perikanan terus mendorong pelaku utama dan pelaku usaha (UMKM) sektor Kelautan dan perikanan agar semakin tumbuh dan mandiri serta berdaya saing di era Industri Digital. Disis lain, KKP juga memberi perhatian khusus dan posisi penting dalam skema program Prioritas demi terwujudnya Masyarakat Kelautan dan perikanan yang sejahtera.

Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros, BRSDMKP, KKP RI melakukan kunjungan ke Kabupaten Luwu Utara dalam rangka penguatan kelembagaan Kelompok Sektor Kelautan dan perikanan. Adapun tim yang berkunjung ke Kabupaten Luwu Utara diwakili oleh Muhammad Yusuf dan Ansar selaku Pengelola Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan Sabtu 10 April 2021.

Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Utara bersama Para Penyuluh Perikanan menyambut baik kehadiran Tim dari BRPBAPPP Maros di Soft Coffee Cafe Masamba yang terletak depan Polres Luwu Utara sebagai tempat pertemuan. Dinas Perikanan dan Penyuluh Perikanan bersama-sama untuk mensetting acara secara sederhana untuk diadakan diskusi sharing berbagai permasalahan dan menyerap aspirasi yang dihadapi oleh Dinas Perikanan dan Para Penyuluh dalam melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap Pelaku utama dan pelaku usaha Wilayah kerjanya masing-masing di 15 Kecamatan di Kabupaten Luwu Utara.

Pertemuan Sharing Season antara Satminkal Maros, Dinas Perikanan dan Para Penyuluh Perikanan Kabupaten Luwu Utara dikemas secara kekeluargaan dan Santai. Kegiatan tersebut dibuka oleh Muhammad Yusuf selaku Perencana Ahli Muda BRPBAPPP Maros. Dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros dan Subkoordinator Penyuluhan yang seyogyanya ikut hadir dalam acara tersebut akan tetapi bersamaan dengan acara lain yang sudah diagendakan sebelumnya . Lanjutnya bahwa untuk mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan yang mandiri dan sejahtera maka perlu dibangun komitmen bersama antara Pemerintah Pusat dalam hal ini KKP dan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perikanan sebagai Visi bersama menuju Indonesia Unggul. Apalagi melihat potensi sektor Kelautan dan perikanan Kabupaten Luwu Utara begitu besar dan menjanjikan, maka perlu Desaign Perencanaan secara komprehensif mulai dari huli hingga hilir dengan melibatkan stakeholder terkai. Salah satu strategi Untuk memaksimalkan upaya pengelolaan potensi tersebut melalui Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan di Kabupaten Luwu Utara perlu dibangun sinergitas secara baik dengan Dinas Perikanan sebagai Satkorluh secara maksimal.

Pada sambutan berikutnya, Kepala Dinas Perikakan Kabupaten Luwu Utara yang diwakili oleh Kabid Pengolahan Ibu Lenny, S.Pi menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Tim Satminkal Maros ke Kabupaten Luwu Utara untuk melakukan Sinergitas kebijakan dan Program dalam pembangunan dan pembinaan pelaku utama dan pelaku usaha sektor Kelautan dan perikanan. Lenny juga memberi gambaran potensi kabupaten Luwu Utara di sektor Kelautan dan perikanan yang begitu luas dan besar yang perlu perhatian khusus dari Kementerian Kelautan dan perikanan khususnya Aspek Pengolahan produk Perikanan untuk memdapatkan berbagai jenis bantuan bagi UMKM yang dibina guna lebih mandiri.

Kesempatan berikutnya perwakilan Satminkal Maros Ansar, S.Put selaku pejabat Fungsional Analis Kepegawaian menyampaikan hasil kinerja Penyuluh Perikanan Kabupaten Luwu Utara Tahun 2020 sd per 10 April 2021. Bahwa pada prinsipnya kinerja Penyuluh Perikanan Kabupaten Luwu utara Sangat Baik hanya saja perlu ditingkatkan kembali khususnya pencapaian IKU 1, IKU 2, IKU 3 dan IKU 4. Ansar juga meminta kepada Dinas Perikanan yang diwakili oleh Kabid untuk membantu dalam pembinaan selaku Satkorluh serta menjadi Silaturahmi dengan baik.

Pada sesi Tanya Jawab dalam acar Sharing Season tersebut, Achmad Thamrin selaku Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Luwu Utara mewakili Teman-temannya megajukan pertanyaan kepada Perwakilan Satminkal Maros yakni terkait dengan E – dupak, Kebutuhan Sarpras Penyuluhan, Status PPB untuk diangkat jadi ASN dan Pembinaan Kelompok yang menjadi masalah yang dihadapi.

Adapun Respon dari Satminkal Maros yang diwakili Ansar, bahwa semua Aspirasi dan masalah tersebut akan disampaikan ke pimpinan untuk dicarikan Solusi terbaik demi terlaksananya Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan di Kabupaten Luwu Utara, Ucapnya.

Diakhir acara tersebut, dilakukan kunjungan ke kelompok Pengolahan Kerupuk Amplang MASAMBA BUMBU CAP IKAN dimana kelompok ini di ketua seorang perempuan yang energik bernama Ibu Fatma di lokasi binaan Penyuluh Perikanan Bantu bernama Deli Eviani Rahyuni, S.Pi Menurut Deli Sapaan akrabnya bahwa brand Kerupuk Amplang Bu Fatma sudah memiliki P-IRT No. 2067322010031-21, bahkan Brand Kerupuk Amplang tersebut sudah menembus 27 Riteil di Sulawesi selatan seperti Indomart, Alfa, Alfamidi dan Toko-toko yang belum memiliki brand ternama, Kelompok ini sudah beromset cukup besar setiap bulannya. Kerupuk Amplang ini juga menjadi pilihan masyarakat Luwu apalagi Bupati Luwu Utara Ibu Indah sangat menyukai cita rasa kerupuk amplang buatan ibu Fatma.