Beranda blog

Terlindungi: LAPORAN IKU TAHUN 2024

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya:

LKj Tahunan 2023 BRPBAPPP Maros

Sehingga  pada  tahun  2023,  BRPBAPPP  memiliki  tanggung  jawab  untuk mewujudkan 3  Sasaran Strategis dan  18  Indikator  Kinerja  Utama.  Pengukuran capaian  kinerja  BRPBAPPP  dilakukan  dengan cara  membandingkan  antara target  (rencana)  dan  realisasi  indika tor  kinerja  utama  (key performance indicator,  disingkat  KPI)  pada  masing -masing  perspektif.  Pencatatan  dan pengukuran kinerja  dilakukan  dengan  bantuan  perangkat  lunak  berbasis balanced   scorecard   dari   Kementerian Kelautan   Perikanan   yaitu   pada htpp://kinerjaku.kkp.go.id.    Dari    hasil    pengukuran    kinerja tersebut, diperoleh  data  capaian  kinerja  BRPBAPPP  di  tingkat  korporat  selama  tahun 2023    sebesar 103,33%

Merujuk  pada  PERMENPan  RB  NO  88  Tahun  2021  mengenai  Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah maka dibuatkan LKj dimana di dalamnya memuat  perencanaan  kinerja,  pengukuran  kinerja, pelaporan  kinerja,  evaluasi akuntabiitas  kinerja  internal  dan  nilai  akuntabilyas  kinerja,  Dan  didukung pula oleh PERMENPAN RB NO 89 Tahun 2021 mengenai Pedoman Penjenjangan Kinerja Instansi Pemerintah.

Akselerasi pemda Kabupaten Barru dalam mendukung Smart Fisheries Village (SFV) Desa Ajakkang – Kabupaten Barru

Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros melaksanakan kegiatan Pra Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Akselerasi dan Penyusunan Peran OPD Terkait Lingkup Kabupaten Barru dalam mendukung kegiatan Program SFV Desa Ajakkang Kabupaten Barru.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Aula Instalasi Pembenihan BRPBAPPP Maros, Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang berlokasi di Desa Lawwalu Kabupaten Barru. pada Selasa (18/10/2023).

Kepala BRPBAPPP Maros yang diwakili Kasubbag Umum, Anton Mulyawan, menjelaskan, Kegiatan pra FGD dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Sekretaris Desa Ajakkang, Ketua karang taruna Kecamatan Soppeng Riaja dan penyuluh perikanan.

Hadir membuka kegiatan FGD Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Abustan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlu penguatan kolaborasi dalam mewujudkan Program SFV, dimana dalam Nota Kesepakatan bisa terwujud sesuai yang  tertuang dalam NK tersebut.

lebih lanjut,  perlunya  membangun kesimbangan keberlanjutan pada Program SFV, Identifikasi peran stakeholder terkait salah satu nya PT. Bomar, mendesaign Program SFV  lebih komprehensif, SFV Plus di Kabupaten Barru sebagai adopsi dari keberhasilan SFV Ajakkang.
“Dimana  kehadiran SFV Ajakkang harus ada replikasi ke desa lain, membangun konsesnsu bersama dalam melihat program SFV, dan perlu membentuk SK Tim lingkup Kabupaten Barru,”ujarnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Charly R. Fisher, menyampaikan pemetaan rencana aksi dalam mendukung program SFV, perlunya melakukan rativikasi kelompok budidaya dan nelayan,

“Dengan adanya Program SFV akan lahir bumdes pengelolaan sampah plastik  segera menyusun Tim Sekretariat SFV yang di ketua oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, “jelasnya.

Kegiatan Pra FGD dengan Tema: Akselerasi dan Penyusunan Peran OPD Terkait Lingkup Kabupaten Barru dalam mendukung kegiatan Program SFV Desa Ajakkang Kabupaten Barru yakni tersusunnya rumusan-rumasan pemetaan peran masing-masing OPD sebagai bahan awal dalam Pelaksanaan FGD secara Komprehensif.

Instalasi Tambak SIlvofishery Marana Perdana Produksi Garam

2 Oktober 2023
Salah satu Instalasi di lingkup Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros yaitu Instalasi Tambak Silvofishery Marana Maros telah memulai produksi garam di tambak dengan metode Geomembrane Salt Tunnel (GST). Instalasi tersebut saat ini juga melaksanakan program Smart Fisheries Village (SFV) Wanamina tahun 2023. Optimalisasi asset berupa tambak telah dilakukan dengan berbagai komoditas air payau, seperti rumput laut, ikan bandeng, udang vanname, kepiting bakau. Namun sejak September 2023, kenaikan salinitas air signifikan mempengaruhi budidaya di tambak. Salinitas sudah mencapai 54 promil.
Beradaptasi dengan kondisi ini, tim SFV Instalasi Marana melakukan ujicoba membuat rumah produksi garam pada lahan tambak dengan kualitas terbatas. Disiapkan 3 petak tambak kecil dan mulai dibangun petakan sebagai ulir dan meja garam yang dilapisi geomembrane. Pembangunan ini dirangkaikan dengan pelatihan dan praktek yang didampingi oleh pelaku usaha binaan penyuluh perikanan dari Kabupaten Pangkep yaitu Bapak Fatahuddin yang akrab disapa Daeng Bombong. Pembangunan konstruksi melibatkan masyarakat sekitar dan Taruna Budidaya dan Kelautan Poltek KP Bone.
Tujuan konstruksi petakan garam sistem GST ini untuk optimalisasi asset pada lahan tambak dengan kualitas terbatas dan menjadi contoh bagi masyarakat yang memiliki tambak sejenis untuk beradaptasi dengan lingkungan, iklim dan untuk mengoptimalkan lahannya.
Pada tanggal 2 Oktober 2023, dilakukan panen perdana Garam pada 1 petak meja garam dengan total produksi sekitar 80 – 100 Kg garam. Ini merupakan yang pertama produksi garam di Instalasi Marana khususnya memanfaatkan musim kemarau dan tingginya salinitas perairan. Selanjutnya akan dilakukan produksi kontinyu khususnya di musim kemaran berkepanjangan saat ini.