Beranda blog

Memanfaatkan Loteng Rumah Untuk Budidaya Ikan Nila

Makassar_Sekarang ini kebutuhan akan lahan di kota-kota besar  khususnya di Makassar ataupun di banyak tempat lain sudah semakin tinggi, Pasalnya, untuk parkir kendaraan bermotor saja sudah susah apalagi punya halaman dengan kolam yang berisi ikan bagaikan mimpi. Akan tetapi karena sebagian orang hobi dengan budidaya ikan serta  sebagian lagi yang memang untuk menambah pemasukan bagi keluarga, maka orang semakin banyak yang berfikir tentang cara yang dapat digunakan untuk menyikapi permasalahan lahan yang semakin menyempit.  Selalu ada jalan di tengah kesempitan. Selalu ada ruang terbatas yang bisa dimaksimalkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Salah satu kelompok Binaan Andi Purwanti, S.St.Pi yang merupakanPenyuluh Perikanan Satminkal BRPBAPPP Maros, Ali Akbar, bercerita tentang bagaimana cara mereka menyikapi akan permasalahan lahan yang semakin menyempit seperti sekarang ini. Awal mulanya tertarik untuk budidaya  ikan nila, hanya untuk mencoba budidaya ikan nila dikolam terpal, karena tdk adanya lahan kosong  pekarangan yg bisa dimanfaatkan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan lantai 2 rumah  yang dalam tahap pembangunan, dan karena hasilnya memuaskan akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kegiatan tersebut, ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya tidak memiliki niat untuk budidaya ikan nila, jadi lantai dua rumah saya tersebut, sebenarnya tidak didesain secara khusus untuk dapat digunakan budidaya ikan namum karena kondisi kosong maka saya berfikir daripada ruangan tersebut dibiarkan kosong lebih baik jika digunakan saja, dan dia memilih budidaya ikan nila, karena terinspirasi oleh pengalaman teman-teman yang lain yang telah berhasil sebelumnya.

Ali menuturkan, untuk kolam nila yang dia gunakan adalah kolam terpal yang berbentuk lingkaran, dengan kerangka besi, sehingga setelah membelinya, maka tinggal merangkainya saja di rumah. Jika ditempat kami kolam seperti ini sudah tersedia di toko perlengkapan kolam dari terpal, jadi tidak terlalu sulit mendapatkannya,”Ujar Ali.

“Kami atas nama Kelompok Pembudidaya Kasorokoang yang berada di kelurahan parangloe kecamatan Tamalanrea, mengucapkan terima kasih kepada ibu Andi Purwanti, S.St.Pi yang merupakan penyuluh perikanan Satminkal BRPBAP3 Maros yang selama ini selalu setia mendampingi kami di lapangan sehingga kami bisa sukses Memanfaatkan loteng rumah untuk budidaya ikan,” Ujar Ali

Sementara itu, Penyuluh Perikanan Satminkal BRPBAP3 Maros, Purwanti disela sela kunjungannya ke kelompok Kasokoang yang berlokasi di Kelurahan Parangloe Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar bersama dengan tim dari Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar pada hari Rabu 23 Februari 2021 menyampaikan, bahwa kegiatan penebaran dikolam dilakukan pada awal bulan Mei Tahun 2020 dengan padat tebar sekitar 3000 ekor ikan nila dengan ukuran benih 2-3 cm per ekor. Bulan Oktober 2020 telah dilakukan panen dengan hasil panen 300 kg. Keuntungan yang dihasilkan oleh kelompok Kasoroang dari Budidaya Ikan Nila dengan sistem Bioflok sebesar Rp 7.875.800 selama 1 siklus produksi.

“Untuk Penebaran tahap kedua telah dilakukan pada bulan Januari Tahun 2021 dengan padat tebar sekitar 2000 ekor benih ikan nila, dengan harga benih untuk ukuran 2 – 3 cm sekitar 300 per ekor dimana waktu pemeliharaan sekitar 5 bulan dengan media mesin aerator dan aerasi 7 unit per kolam dengan target produksi sekitar 300 kg. Harapan dari kegiatan ini menjadi inpirasi bagi masyarakat disekitar dengan pemanfaatan lahan sempit berupa loteng rumah menjadi alternatif guna menumbuhkan ekonomi di masa pandemic,” Ungkap Purwanti.

Mendukung Program Proritas KKP Mantan Wagub Sulsel berencana melakukan pengembangan budidaya udang vaname teknologi superintensif di Sulawesi Selatan

Takalar_Sejalan dengan program proriotas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yaitu pengembangan perikanan budidaya, mantan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan periode 2008 – 2018 Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, M.S berencana melakukan pengembangan budidaya udang vaname dengan teknologi superintensif di Kabupaten Barru, terkait hal tersebut Agus Arifin Nu’mang bersama tim secara daring melakukan diskusi dengan peneliti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros yang dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2021. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros,  A. Indra Jaya Asaad  serta tim Peneliti BRPBAPPP.

Dalam Sambutan Agus Arifin Nu’mang menyampaikan harapan, BRPBAPPP Maros bisa bekerja sama membantu kami melalui pendampingan teknologi dan sebagai langkah awal, kami meminta tim Peneliti BRPBAPPP Maros untuk bisa mengecek lokasi kami di Kab. Barru untuk melihat kesesuaian secara teknis untuk penerapan teknologi Tambak  Superintensif.  Lokasi tersebut  nantinya akan digunakan sebagai lahan untuk pengembangan budidaya udang vaname Super intensif.

Sementara Kepala BRPBAPPP, A. Indra Jaya menyampaikan terima kasih kepada Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, M.S dan tim atas inisiasi untuk pengembangan budidaya udang vaname dengan teknologi superintensif dan siap melakukan pendampingan teknologi.

Dari hasil diskusi tersebut  dilanjutkan dengan kunjungan studi banding ke Instalasi Tambak Percobaan Punaga di Kab. Takalar yang merupakan Instalasi milik BRPBAPPP. Kunjungan dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2021 yang diterima langsung oleh Kepala Instalasi Makmur, M.Si beserta Tim Peneliti TSI, Prof. Rahman Syah. Kunjungan didahului dengan melihat sarana dan prasarana Tambak Super Intensif dan diakhiri dengan disksusi tentang budidaya udang vaname super intensif dan pengembangan tambak super intensif di Sulawesi Selatan bedasarkan hasil riset sumberdaya lahan BRPBAPPP tahun 2019.

Omset Pembudidaya Tambak Meningkat Berkat Pendampingan Penyuluh Perikanan

Kendari_16/02/21. Kepiting bakau merupakan salah satu komoditi air payau yang mempunyai nilai ekonomis cukup penting. Awalnya kepiting bakau hanya dianggap hama oleh pembudidaya tambak, karena sering kali membuat kebocoran pada tambak, namum sekarang kepiting bakau juga sudah banyak diburu dan ditangkap oleh nelayan bahkan sekarang ini kepiting bakau juga sudah banyak dibudidayakan secara tradisonal di tambak-tambak.

Usaha budidaya pembesaran kepiting bakau ditambak merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan, hal ini mengingat permintaan pasar ekspor dari tahun ketahun terus meningkat, sehingga eksistensi budidaya kepiting bakau mulai banyak dirintis oleh masyarakat di daerah. Contohnya di Desa Banggina Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satu Pembudidaya kepiting, Maulana, mencoba memanfaatkan tambak Bandeng untuk usaha pembesaran kepiting bakau yang telah berhasil dilakukan oleh Kelompok Pembudidaya Si Paka Tau, sebuah Kelompok Pembudiaya binaan dari Chandra Buana, S.St.Pi.,M.Si yang merupakan penyuluh perikanan Satminkal BRPBAP3 Maros.

Maulana menuturkan, dengan memiliki 2 petak tambak untuk pembesaran kepiting bakau yang berukuran masing-masing 1 hektar, melakukan penebaran bibit diawal November 2020. Yakni, dengan jumlah penebaran 100kg disetiap petak tambaknya. Bibit yang ditebar merupakan kepiting muda yang berukuran 80 – 100 gram, yang didapatkan dari pengumpul kepiting dan hasil tangkapan alam, dengan durasi pembesaran sekitar 3 bulan atau lebih, tergantung ukuran atau size yg diinginkan. Dari berat 100 gram selama 3 bulan kepiting bisa menjadi 400 – 900gram. Pakan yang diberikanpun terkadang dari hasil jaring ikan-ikan yang berada pada saluran tersier air payau maupun diambil dari ikan-ikan yang tidak laku di pelelangan ikan.

 “Pada awal Februari 2021, alhamdulillah kami panen parsial pertama kali sekitar 50kg untuk 1 petak tambak dengan size di atas 500gram per ekor. Kami rasa sangat memuaskan untuk panen pertama. Akumulatif keseluruhan panen pertama sampai dengan pertengahan Februari 2021 ini, mencapai 300kg lebih. Tentu saja hal tersebut menjadi bara semangat bagi kelompok kami, terlebih lagi bapak Chandra selaku pendamping kami ikut serta dalam penen tersebut” ungkapnya.

 “Kami atas nama Kelompok Pembudidaya Si PakaTau, mengucapkan terima kasih kepada bapak Chandra Buana, S.St.Pi.,M.Si yang merupakan penyuluh perikanan Satminkal BRPBAP3 Maros yang selama ini selalu setia mendampingi kami di lapangan sehingga kami bisa sukses dalam usaha pembesaran kepiting bakau,” UjarMaulana.

Peneliti BRPBAP3 Dilibatkan Dalam Pemantapan Dalam Riset Rumput Laut Tahun 2021 di LRBRL GORONTALO Secara Virtual

Maros_11/02/2021. Tiga peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3), Prof. Dr. Rachman Syah dan Prof. Dr. Brata Pantjara sekaligus sebagai tim pakar Pusat Riset Perikanan (Puriskan) untuk Loka Riset Budidaya Rumput Laut (LRBRL) Gorontalo, serta Dr. Ir. Andi Parenrengi sebagai reviuwer dilibatkan pada  kegiatan pemantapan kegiatan riset rumput laut tahun 2021.  Selain itu, dihadiri juga tim pakar Puriskan, Dr. Endhay Kusnendar dan Dr. Lideman, M.Sc perekayasa dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar.

Menurut panitia dari LRBRL bahwa dengan pertimbangan pandemi, kegiatan tersebut diadakan secara virtual pada hari Rabu, 10 Februari 2021, dari pukul 09.00-14.00 WITA.  Proposal teknis riset rumput laut 2021 yang dipaparkan terdiri dari 4 (empat) kegiatan:

  1. Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Secara Produktif Dengan Penentuan Pola Musim Tanam Budidaya  Rumput Laut Jenis Kappaphycus alvarezii dI Provinsi Sulawesi Barat (Oleh: Muslimin, Sp.Pi, MP)
  2. Riset Penyediaan dan Distribusi Bibit Rumput Laut, Kappaphycus alvarezii Cepat Tumbuh (Oleh: Petrus Rani Pong-masak, M.Sc)
  3. Kultur Jaringan Untuk Pembenihan Gelidium: Optimasi Metode   Kultur Gelidium sp. (Oleh: Siti Fadilah, S.Si, M.Si)
  4. Teknologi Budidaya Rumput Laut Gelidium sp. dengan Substrat Berbeda di Tambak (Oleh: Wiwin Kusuma Perdana Sari, S.Si., M.Sc.).

Tim pakar dan reviuwermemberikan masukan dan saran tidak terbatas pada kebijakan dan program KKP/BRSDM/Puriskan tetap juga banyak menyoroti substansi teknis proptek riset yang dibuat peneliti dari LRBRL Gorontalo, antara lain: format proptek, sistimatika penulisan, tujuan/sasaran, output, justifikasi riset, pemilihan lokasi dan perlakuan, parameter yang diamati, analisis data dan sebagainya. Kepala LRBRL, Bapak Rinel Ponto, ST sangat mengapresiasi masukan dan saran dari tim pakar dan reviuwer yang telah disampaikan pada kegiatan tersebut.

Pembahasan Propsal Teknis Riset Lingkup BRPBAP3 Maros TA. 2021

Maros_ Memasuki tahun anggaran baru dan sebelum melakukan kegiatan yang sesuai dengan tugas dan fungsi pokok, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros melakukan kegiatan pembahasan propsal teknis riset TA. 2021 lingkup BRPBAP3 yang dibuka oleh Kepala Pusat Riset Perikanan Ibu Yayan Hikmayani, M.Si. Kamis, 28 Januari 2021 secara virtual yang dihadiri oleh kepala BRPBAP3 A. Indra Jaya Asaad, S.Pi.,M.Sc selain itu hadir pula tim Pakar dari Pusat Riset Perikanan, Prof. Ketut Sugama, Prof, Haryanti,  Dr. Endhay Kusnendar, Prof. Rachman Syah, Prof Akhmad Mustafa, Prof Brata Pantjara serta tim evaluator dari eksternal yang sudah menjadi mitra dalam mendampingi progres kegiatan riset BRPBAP3 Maros yaitu, Prof. Budi Prayitno dari Undip Semarang, Bpk Dr, Alimuddin dari IPB, Prof Haryati dari Unhas dan Prof. Hatta Fatta dari UMI Makassar.

Dalam Sambutannya Kepala Pusat Riset perikanan menegaskan bahwa fokus kegiatan riset harus mendukung program Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), arah, dan tujuan riset harus jelas. riset-riset yang outputnya teknologi diharapkan sudah padah tahap pengembangan, dan diharapkan bisa menciptakan sentra-sentra teknologi atau kampung-kampung komoditas unggulan. Output produk biologi diharapkan dapat menghasilkan benih dan induk unggul serta output data dan informasi adalah hasil riset yang dijadikan rekomendasi hasil riset dan disampaikan ke Bank Genetik BRSDM KKP.

Disampaikan pula bahwa terkait fokus riset  tidak lagi berdasrakan keinginan penelitinya tapi berdasarkan kebutuhan masyarakat. Konsentrasi dari Kementerian Kelautan untuk Riset Maros adalah komoditas udang. disampaikan 3 program besar Pak Menteri KP yaitu merevitalisasi tambak udang, membuat kampung ikan, harapannya sumbangsih ekonmi regional, serapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi dengan menggunakan teknologi dan terintegrasi hulu hilir, proses produksi, pengolahan dan pemasarannya dan yang ke-peningkatan PNBP dari SDA Kementerian Kelautan Perikanan”Terangnya

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari para penanggung jawab kegiatan riset masing masing memaparkan kajian riset yang akan di laksanakan pada tahun ini yang selanjutnya akan di tanggapi oleh tim pakar yang sesuai dengan bidangnya. Kata penanggung jawab kegiatan yang merupakan koordinator tata operasional BRPBAP3 Agus Nawang S.St.Pi.

PENELITI BRPBAPPP MAROS TERPILIH SEBAGAI PESERTA SUSTAINABLE AQUACULTURE 2020 – SHORT TERM AWARD

Maros_Dalam rangka untuk membangun kapasitas dalam produksi akuakultur berkelanjutan termasuk pengembangan kapasitas dalam pengelolaan induk, pengelolaan air dan ekosistem, pemberian pakan dan nutrisi, pengendalian penyakit, biosekuriti, dan rantai pasokan, Australia Awards in Indonesia (AAI) dan University of Tasmania menyelenggarakan kegiatan Sustainable Aquaculture 2020 – Short Term Award dengan jumlah peserta 25 orang yang berasal dari KKP, Universitas, Pemda, Bapenas, UNKM  dan Swasta yang bergerak dibidang perikanan.

Salah satu persyaratan untuk mengikuti kegiatan tersebut adalah melalui Proses seleksi yang dimulai sejak tanggal 23 Februari  2020. Pengumuman hasil seleksi dilaksanakan pada Bulan Maret 2020. Dari 25 orang peserta yang dinyatakan lulus salah satunya adalah peneliti dari Balai Riset Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros Dr. Ince Ayu Khairana Kadriah yang mewakili Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP).

Pada kegiatan pembukaan yang dilaksanakan secara daring diawali dari sambutan kedutaan Australia George Hughes menyampaikan atas nama kedutaan besar kami menyambut hangat kepada seluruh peserta atas kegiatan studi singkat ini dalam rangka peningkatan dan pengembangan khususnya di perikanan budidaya dan pastinya pemerintah Australia sangat mendukung kegiatan ini.

Pelaksanaan kegiatan dari di mulai Januari – Desember 2021 dengan kegiatan Pre-Course Workshop, Presentasi, In-Australia course dan Post-course Workshop. Selama mengikuti program tersebut pemateri dari DJPB KKP dan University of Tasmania, Australia akan memberikan beberapa materi diantaranya : Challenges and Opportunities to Increase Aquaculture in Indonesia,, Sustainable Aquaculture Development: Policy And Opportunities, Supply chains in Indonesian seafood exports, The status of aquaculture in Australia.

Kegiatan diakhiri kunjungan ke University of Tasmania di Hobart Australia bulan oktober2021 dan post_course di Indonesia sampai Desember 2021.

Peduli Bencana Gempa Sulbar, BRPBAP3 Maros Galang Donasi

Maros_Sebagai bentuk Solidaritas dan kepedulian terhadap sesama kepada korban gempa yang melanda Sulawesi Barat, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kemanterian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah membentuk tim untuk menyikapi terjadinya bencana gempa yang berpusat di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene yang berdampak hingga ke kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Gempa yang berkekuatan 6,2 magnitudo di Kabupaten Majene dan Kota Mamuju di Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021) mengakibatkan banyak kerusakan infrastruktur dan juga korban jiwa.

Tim yang terbentuk bertugas untuk menggalang sejumlah bantuan baik berupa dana maupun barang, selain tim yang berpusat di Maros kegiatan ini juga melibatkan tim penyuluh perikanan satminkal BRPBAPPP Maros wilayah Sulbar (Mamuju, Majene, Mamuju Tengah dan Pasangkayu) yang selamat dari gempa untuk berkoordinasi dengan posko posko penyaluran bantuan sehingga bantuan yang diserahkan nantinya bisa maksimal dan tepat sasaran. Selaian itu para penyuluh juga ikut berpartisiapasi menjadi relawan diposko induk KKP yang di koordinir oleh Balai Besar Karantina Ikan Makassar (BBKIPM). Bahkan alhamdulillah ada salah satu rumah Penyuluh Perikanan dijadikan tempat Pengungsian Warga sekitar yang terdampak gempa.

Kegiatan yang telah dilaksanakan Sejak Jum’at – Ahad 17 Januari 2021 dengan Membuka penggalangan donasi bantuan baik berupa uang maupun barang untuk segera didistribusikan melalui koordinasi QR bencana gempa Satker KKP Sulawesi Selatan dan berkoordinasi dengan Penyuluh Perikanan di sekitar wilayah gempa untuk mendapatkan informasi keadaan dilokasi. Hingga saat ini penggalangan terus dilakukan oleh BRPBAPPP Maros salah satunya melalui kegiatan bazar donasi kebutuhan pokok yang nantinya beberapa persen dari hasil penjualan akan di donasikan kepada korban gempa dan insya allah tim donasi Satminkal BRPBAP3 Maros tetap berupaya mengumpulkan donasi sampai kondisi pulih.

Penyerahan hasil pengumpulan donasi akan diserahkan langsung ke posko induk KKP di Balai Besar Karantina Makassar. Penyaluran sebagian donasi melalui Penyuluh Perikanan Pasangkayu dengan bekerjasama dengan Tim Relawan Pasangkayu.

Semoga Allah menguatkan mereka atas ujian yang diberikan dan semoga Allah melindungi kita semua. Bersama kita berbagi untuk SULBAR BANGKIT . Jazakumullah Khairan Katsira. Semoga Allah menerima segala usaha kita. Amiin  ya Robbal a’laminn.