Beranda blog

Laporan Kinerja BRPBAPPP Maros Tahun 2021

Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) dalam upaya untuk lebih meningkatkan pencapaian pembangunan kelautan dan perikanan melalui peningkatan akuntabilitas kinerja di seluruh program kerja BRPBAPPP didasarkan pada tujuan, sasaran strategis dan target kinerja dengan pendekatan Balanced Score Card (BSC) yang diterapkan pada sasaran strategis dalam Rencana Strategi (Renstra) BRPBAPPP Tahun 2020-2024, yang  diikuti    dengan    rencana  kinerja  tahunan,    dan  penetapan    kinerja tahunan  secara konsisten dan berkesinambungan.

Pada tahun 2021, BRPBAPPP memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan 7   Sasaran   Strategis   d a n    1 9    Indikator   Kinerja   Utama.   Pengukuran capaian kinerja BRPBAPPP tahun 2021 dilakukan dengan cara membandingkan  antara  target  (rencan)  dan  realisasi  indikaotr  kinerja utama  (key  performance  indicator,  disingkat  KPI)  pada  masing -masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan yaitu pada htpp://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja  tersebut,  diperoleh  data  capaian  kinerja  BRPBAPPP  di  ting kat korporat tahun 2021 sebesar 106,92%

KKP Diseminasikan Keunggulan Tambak Milenial ke Masyarakat

SELAYAR (9/12) – Tambak milenial adalah salah satu program/kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna mengajak generasi muda untuk menjadi pembudidaya udang. Model tambak ini diyakini cocok untuk generasi milenial dalam hal kepraktisannya untuk melakukan usaha budidaya. Untuk itu KKP terus mengembangkan tambak milenial di berbagai daerah.

Terbaru, KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menggelar kegiatan Temu Lapang “Budidaya Udang Vaname Tambak Milenial Menggunakan Probiotik Rica”, Rabu (8/12/2021), di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi perikanan yang tepat guna dan berhasil guna, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan di tengah masa pandemi Covid-19. Pemanfaatan teknologi dalam pengaplikasian tambak milenial tersebut dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk dapat ikut serta dalam pembangunan industri udang nasional.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak para pembudidaya milenial untuk senantiasa berpikir kreatif dan berinovasi. Ia berpesan agar generasi milenial terus belajar dengan serius dan memikirkan bagaimana tambak milenial dapat meningkat secara ekonomi.

Plt. Kepala BRSDM Kusdiantoro mengatakan, KKP berkomitmen untuk menggenjot produktivitas dan kontinuitas budidaya udang di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan program prioritas yang menjadi terobosan KKP, khususnya pengembangan perikanan budidaya berbasis pada ekspor, dengan komoditas unggulan di pasar global, yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut serta pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

“KKP meningkatkan produksi udang nasional, sehingga harapannya Indonesia bisa menguasai pasar udang dunia. Kami juga menggunakan pertimbangan ekologi dan ekonomi sehingga sasarannya tidak hanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah, tapi juga kelestarian ekosistem,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan, kegiatan percontohan merupakan salah satu metode penyuluhan untuk melakukan demonstrasi cara atau hasil teknologi kelautan dan perikanan yang inovatif untuk memperlihatkan secara nyata tentang pembinaan dan pendampingan di lapangan sehingga dapat diterima oleh pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan secara masif.

Kegiatan percontohan ini dilakukan melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPP) Maros yang diaplikasikan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Laut Selatan, Desa Maharayya, Kecamatan Bontomatene, pada bulan September hingga Desember 2021. Pada kegiatan percontohan Budidaya Udang Vaname Tambak Milenial Menggunakan Probiotik Rica, penebaran 20.000 ekor dan telah menghasilkan panen udang vanamme dengan total biomassa sebanyak 102 kg dengan dengan luasan kolam/bak 176 m3. Umur panen mencapai 60 hari dengan ukuran berat rata-rata 6,8 gr per ekor sampai 145 ekor/kg dengan total populasi 14.790 ekor. Input pakan sebanyak 112 kg dengan nilai FCR 1,1. Dalam kesempatan tersebut, para pembudidaya menghasilkan panen sebanyak 102 kg udang vaname senilai Rp. 7.140.000 atau Rp. 70.000 per kg udang vaname.

“Kami berharap teknologi Tambak Milenial dapat diadopsi oleh Pokadakan di Kepulauan Selayar, bahkan di daerah lain Indonesia. Tentunya Pokdakan Laut Selatan dan penyuluh perikanan akan terbuka bagi Bapak/Ibu yang ingin mempelajarinya. Mari kita dorong udang selayar agar mampu berkontribusi terhadap pasar ekspor dunia,” ajak Lilly.

Ke depan, menurut Lilly, kegiatan ini akan berlanjut dengan penebaran udang vaname 30.000 ekor yang ditargetkan produksi di SR 80% dengan biomassa 400 kg. Hal ini, merupakan pencapaian hasil dari penyuluh perikanan agar teknologi yang diterapkan dapat diadopsi oleh masyarakat Kabupaten Selayar.

Kepala BRPBAPPP Maros Asda Laining menjelaskan, kegiatan unit percontohan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Perikanan Selayar didukung oleh teknologi hasil riset BRPBAPPP Maros berupa teknik budidaya dan probiotik rica. Ia berharap, dengan kehadiran unit percontohan ini mampu memberikan value bagi masyarakat setempat khususnya bagi kelompok budidaya ikan sebagai sasaran program.

Di pihak lain, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar Makkawaru menyampaikan, dengan adanya kegiatan percontohan ini, sudah banyak masyarakat yang tertarik untuk mengadopsi teknologi tersebut. Ia berharap ke depannya tambak milenial ini dapat menjadi lokasi percontohan bagi masyarakat.

“Pemerintah memberikan perhatian untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga adanya percontohan ini saya mengharapkan dapat menjadi lokasi percontohan bagi masyarakat luas,” harapnya.

Sumber : https://kkp.go.id/artikel/36721-kkp-diseminasikan-keunggulan-tambak-milenial-ke-masyarakat

Prosiding Seminar Nasional Teknisi Litkayasa III Tahun 2021

Ungkapan puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan  karunia-Nya sehingga rangkaian proses penyusunan Prosiding Seminar Nasional Teknisi Litkayasa III Tahun 2021 ini dapat diselesaikan.   Dengan izin Allah SWT semata, kerjasama yang baik terjalin diantara panitia, reviewer, dan peserta/penulis.

Prosiding ini disusun setelah melalui seminar yang dilaksanakan pada tanggal 6 April 2021 di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan melalui daring. Para penulis yang merupakan pejabat teknisi Litkayasa lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah meningkat kreativitasnya terbuki banyaknya makalah yang dituangkan dalam tulisan populer yang mudah dimengerti,topik bahasan juga sudah sangat menarik dan memiliki informasi yang cukup tinggi. Proses perbaikan makalah juga dilakukan dengan keterlibatan aktif dari semua pihak, sehingga makalah final dapat diterbitkan dalam prosiding ini.

Saran dan kritik membangun tetap diharapkan dari para pembaca, agar tulisan menjadi lebih sempurna dalam penyajiannya, semoga bermanfaat. Tulisan dalam bentuk file PDF dapat di unduh dibawah ini.

Nilai IKM Triwulan III 2021

Kepuasan masyarakat adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan dan kebutuhan masyarakat dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Pengukuran kepuasan masyarakat merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila masyarakat merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan masyarakat. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistim penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan dampak pelayanan terhadap populasi sasaran. Ukuran kepuasan masyarakat dapat dipandang dari dua perspektif yaitu dari sisi tingkat kepentingan pelayanan yang diberikan, dari kinerja sisi pemberi pelayanan didalam memberikan pelayanannya.

Nilai IKM Triwulan II Tahun 2021

Pemerintah dalam menjalankan peranannya sebagai service provider dan service arranger memiliki kewenangan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat setempat dan hal yang sangat menentukan yaitu kualitas pelayanan masyarakat yang disediakan. Salah satu upaya dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat tersebut adalah dengan melakukan evaluasi untuk menilai kinerja pelayanan. Secara garis besar terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja pelayanan masyarakat, yaitu, pendekatan yang melihat kinerja pelayanan dari perspektif pemberi layanan (birokrasi-Pemerintah) dan pendekatan yang melihat kinerja pelayanan dari perspektif pengguna layanan atau masyarakat. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Masyarakat dan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Masyarakat, mengamanatkan kepada seluruh institusi pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk melakukan Survei Kepuasan Masyarakat sebagai tolak ukur keberhasilan penyelanggaraan pelayanan .

Nilai IKM Triwulan 1 Tahun 2021

Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) sebagai instansi pemerintah yang bertugas melaksanakan penelitian terus berupaya untuk memperbaiki diri guna meningkatkan kepuasan para pemangku kepentingan, khususnya kepada masyarakat. Masyarakat yang dimaksudkan disini adalah anggota masyarakat yang menggunakan layanan berupa fasilitas penelitian/peralatan laboratorium yang dikelola oleh BRPBAP3. Salah satu bentuk pengukuran terhadap pelayanan kepada masyarakat dalam suatu Instansi Pemerintah adalah melakukan survey kepuasan masyarakat sesuai dengan standar Terdapat jenis layanan publik di BRPBAP3 Maros berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 33/PERMEN-KP/2017 yaitu jenis layanan jasa pengujian laboratorium. Standar pelayanan publik laboratorium penguji di BRPBAP3 telah ditetapkan dalam suatu Surat Keputusan Kepala BRPBAP3 nomor 64/BRSDMKP/BPPBAP/KP.510/IV/2017. Sebagai laboratorium yang terakreditasi dalam penyelenggaraan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Penguji, maka pemenuhan kepuasan pelanggan merupakan persyaratan pendukung utama dituangkan dalam butir 4.7 SNI ISO/IEC 17025:2008. Pemenuhan kepuasan pelanggan juga merupakan indikator pelayanan publik yang telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. SNI ISO/IEC 17025: 2008 butir 4.7 mendefinisikannya dalam bentuk pelayanan kepada pelanggan dengan senantiasa mengupayakan umpan balik dari pelanggan, baik positif maupun negatif .