Beranda blog

Sinergi Pusat dan Daerah : Bupati Maros Mengunjungi Hatchery BRPBAP3

Barru – Bupati Maros, HM Hatta Rahman didampingi beberapa orang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kab. Maros berkunjung ke Insatalasi Pembenihan Udang Windu dan Kepiting (IPUW) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan yang berlokasi di Kab. Barru, Kamis (18/4/2019).

HM Hatta Rahman mengatakan, kunjungan ini sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah dalam hal ini yang kaitannya dengan riset dan pengembangan Kedepannya kata dia, diharapkan ada tindak lanjut yang terus menerus dalam sinergi ini apa lagi Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan saat ini sudah ada jalinan kerjasama riset pengembangan mengenai ikan beronang.

“Kami kesini untuk diskusi dan melihat langsung! Penelitian hasil riset dan pengembangan yang dihasilkan oleh BRPBAP3 dan tidak dipungkiri kedepannya riset ini kita bisa kolaborasikan, menjalin kerjasama untuk di aplikasikan oleh masyarakat  maupun pemda Kab. Maros dalam hal ini Dinas Perikanan ,” ujar Hatta.

“Kita berharap dari hasil kunjungan ini ada sesuatu ilmu yang bisa didapatkan utamanya menyampaikan kepada masyarakat Maros terkait riset dan pengembangan bidang perikanan,” tambahnya.

Kunjungan ini diterima oleh Plt. Kepala BRPBAP3 A. Indra Jaya Asaad, S.Pi.,M.Sc, Penanggung Jawab IPUW Agus Nawang, S.St.,Pi dan beberpa orang peneliti BRPBAP3), Turut mendampingi Bupati Maros adalah Kadis Perikanan Andi Samsophyan, SE,MM,pada kunjungan tersebut bupati dan rombongan juga mengunjungi instalasi pemebnihan udang windu, kepiting bakau dan pembenihan ikan beronang.

“Disitu kami melihat secara langsung bagaimana proses inovasi riset yang dikembangkan untuk selanjutnya diadopsikan ke masyarkat ,” jelasnya.

Terkait Riset : TGUPP Sul-Sel Melakukan Kunjungan Ke IPUW Barru

Barru_ Setelah menjabat gubernur untuk Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah dan Wakilnya Andi Sudirman Sulaiman sepakat membentuk tim baru untuk mengawal pemerintahan yang mereka pimpin. Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun (TGUPP) 2019.

TGUPP dibentuk atas SK Gubernur Sulsel nomor 117/I/ tahun 2019. Dengan tujuan akan melakukan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemprov Sulsel.TGUPP ini akan melakukan pengkajian awal terkait program-program prioritas gubernur. Baik pengelolaan aset, produksi bahan pangan, hingga penyajian pariwisata.

Untuk di bidang  Perikanan Gubernur Sulsel menetapkan Tenaga Ahli TGUPP Prof Dr Ir Hatta Fatta: (Budidaya Perairan) yang juga merupakan wakil rektor V Universitas Muslim Indonesia,Kamis 18 April 2019 dalam rangka pelaksanaan koordinasi dan kolaborasi terkait riset perikanan, Prof. Hatta dan tim TGUPP bidang perikanan melakukan kunjungan ke Instalasi Pembenihan udang Windu dan Kepiting (IPUW) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan di kab. Barru.

Pada kunjunganya tersebut yang diterima langsung oleh Plt. Kepala BRPBAP3. A.Indra Jaya Asaad, S.Pi.,M.Sc dan Penanggung Jawab IPUW Agus Nawang, S.St.,Pi,Prof. Hatta melakukan banyak diskusi terkait tujuan TGUPP dan timnya, beliau menjelaskan tujuan dari kunjungannya tersebut untuk melakukan peninjauan, supporting kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Lembaga khusunya menangani bidang perikanan dan juga untuk membantu OPD/lembaga untuk menjabarkan dan merealisasikan kebijakan dan program unggulan Pak Gubernur.

Dihadapan tim TGUPP Plt. Kepala BRPBAP3 mengatakan terima kasih kepada TGUPP “Kita dan TGUPP bersama-sama sepakat mendorong postur APBD Provinsi Sulsel memenuhi beberapa aspek efisiensi karena bagi kami dalam hal ini BRPBAP3 adalah mitra yang harus menjadi bagian internal eksekutif dalam rangka mendorong sinergitas percepatan pembangunan di Sulawesi Selatan yang semakin baik utamanay di sector perikanan,”Kata Indra.

Selain berdiskusi TGUPP dan tim, juga melakukan kunjungan ke hatchery pembenihan udang windu, kepiting dan beronang bahkan juga mengunjungi lahan riset padi udang windu (Pandu) yang berjarak hanya beberapa kilo meter dari IPUW barru.yang didampingi oleh peneliti dibidangnya masing-masing.

Diseminasi Teknologi Seleksi Rumput Laut Untuk Penyuluh dan Pembudidaya Kab. Maros

Maros_ Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang dapat diandalkan dalam program revitalisasi perikanan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan dukungan teknologi budidaya melalui penelitian dan pengembangan yang dapat diadopsi dan secara signifikan dan dapat meningkatkan produktivitas pembudidaya rumput laut di Indonesia.

Melalui penyuluh perikanan Satuan Pangkalan Admininstrasi (Satminkal) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan berwilayah di Kabupaten Maros, melakukan kegiatan Diseminasi teknologi Seleksi Rumput laut berlokasi di Instalasi Tambak Percobaan Maranak di Desa Manrimisi Lompo, Selasa 16, April 2019.Tidak hanya penyuluh tapi juga dilibatkan pembudidaya yang ada di daerah tersebut.

Adapun jenis rumput laut yang diseleksi pada kegiatan diseminasi tersebut yaitu jenis Gracilariia verrucosa yang juga merupakan  hasil riset kultur jaringan rumput BRPBAP3 yang juga sudah banyak diadopsi oleh pembudidaya disekitar wilayah Maros Baru.

Ibu Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum (Peneliti BRPBAP3) sekaligus penanggung jawab kegiatan ini mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini metode seleksi ini adalah untuk mendapatkan varietas bibit unggul Gracilaria verrucosa ,mendukung peningkatan produksi rumput laut di tambak serta mendukung pengembangan kebun bibit rumput laut Gracilaria verrucosa secara berkelanjutan, dengan beberapa banyak keunggulan teknologi seperti bibit hasil seleksi varietas memberikan performa cepat tumbuh dengan laju pertumbuhan harian, Bibit hasil seleksi dapat meningkatkan produksi sebesar 32-40% dibandingkan dengan bibit non seleksi. bibit hasil seleksi varietas lebih tahan terhadap sindrom ekstrim lingkungan.

Metode yang dilakukan dalam seleksi bibit unggul rumput laut Gracilaria verrucose adalah metode tali panjang atau biasa disebut metode longline Longline merupakan rangkaian beberapa untai tali yang terdiri atas tali utama, tali bentangan, tali cincin dan pelampung membentuk suatu konstruksi empat persegi panjang sebagai tempat pemeliharaan rumput laut dengan memilih lokasi untuk budidaya tambak pada umumnya.

Pada kegiatan tersebut hadir pula Plh. Kasie Penyuluhan Bapak Anton Mulyawan dan Kasubseksi Pelayanan Teknis Ibu Rosmiati, A.Md.

Peneliti BRPBAP3 Menjadi Penguji Eksternal Promosi Doktor di UNHAS

Dr. Ir. Andi Parenrengi, M.Sc, peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan sekaligus Ketua Pusat Unggulan Iptek Udang (BRPBAP3) didaulat menjadi penguji eksternal pada promosi doktor tanggal 9 April 2019 di Universitas Hasanuddin. Disertasi dengan judul “Efek skenario peningkatan emisi karbon dan pemanasan global terhadap rumput lautGracilaria changii” telah dipertahankan oleh Nur Indah Sari Arbit dihadapan Promoter (Prof. Dr. Sharifuddin Bin Andy Omar, Prof. Dr. Ambo Tuwo, dan Dr. Eddy Soekandarsih) dan Penguji Internal (Dr. Dody Dharmawan Trijuno, Dr. Muhammad Farid Samawi, Dr. Inayah Yasir, dan Dr. Gunarto Latama).

Promovenda mengungkapkan bahwa berdasarkan data molekuler dan pengamatan morfologi pada rumput laut yang dikoleksi dari perairan Ujung Baji, Takalar teridentifikasi sebagai Gracilaria changii, dan peningkatan konsentrasi karbondioksida dan suhu memberikan efek terhadap serapan karbon, kandungan pigmen, kandungan karbohidrat, pertumbuhan, dan performansi sel rumput laut. Sebagai penguji eksternal, Dr. Andi Parenrengi memberikan saran/masukan terkait analisis molekuler rumput laut dan mengajukan pertanyaan terkait kekurangan (limitation) penelitian yang dilakukan, klarifikasi metode RAPD-PCR, dan hasil riset disertasi yang dapat dijadikan rekomendasi kebijakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Promosi doktor diakhiri dengan pernyataan kelulusan ujian dengan predikat “sangat memuaskan” dari pimpinan sidang, Prof. Dr. Laode Asrul, MP. yang mewakili Sekolah Pasca Sarjana, UNHAS.

Focus Group Discussion Sinergisitas Pusat Unggulan Iptek

Sukamandi_ Kemenristek dikti mendorong agar sinergi lembaga penelitian  dan pengembangan (Litbang)  dapat berujung pada outcome  yakni pemanfaatan hasil penelitian oleh pihak industri maupun masyarakat. Bergabungnya beberapa lembaga penelitian dan pengembangan ke dalam Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan upaya penelitian dan pengembangan untuk saling melengkapi data, serta meningkatkan efisiensi sumberdaya dan mensinergikan pengembangan-pengembangan hasil penelitian yang dilakukan.

Guna mensinergikan antar  dua kementerian, Kementerian Kelautan Perikanan dan Kementerian Pertanian mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pusat Unggulan Iptek PUI Udang (BRPBAP3) Maros, PUI Perbenihan Ikan Laut (BBRBLPP) Gondol dan PUI Tanaman Padi (BBPT Padi)Sukamandi bidang agronomi, pasca panen pemuliaan hama dan penyakit, kegiatan ini dilaksanakan di Aula BBPT Padi selama dua hari 11-12 April 2019.

Adapun tujuan untuk pelaksanaan FGD ini adalah membahas dan menyusun proposal kegiatan riset terapan, menyampaikan progres kegiatan yang telah dilakukan serta diskusi terhadap perkembangan hasil penyampaian kegiatan. Dihadiri oleh para pengelola dari masing-masing PUI terkait (kecuali dari BBRBLPP) dan peneliti dari BBPT Padi bidang agronomi, pasca panen, pemuliaan dan hama penyakit.

Kegiatan dibuka oleh kepala bidang Program dan Evaluasi BBPT Padi bapak Dr. Yudhistira, SP, MP, yang menyampaikan tentang perkembangan pelaksanaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Pengantar kegiatan FGD sinergisitas oleh Ketua PUI Udang BRPBAP3 Maros dan penyampain profil Singkat Balai oleh Dr. Ir. Andi Parenrengi, M.Sc, Penyampaian hasi kegiatan penelitian padi dan udang windu oleh Dr. Sahabuddin, S.Pi, M. dan Hidayat Suryanto Suwoyo, S.Pi.,M.Si.

Pada kesimpulannya pada FGD tersebut bahwa untuk melakukan kegiatan tanam padi disertai penebaran udang pada lahan Pandu secara serentak harus disesuaikan dengan musim tanam di lokasi dimana kegiatan dilaksanakan. Hal ini supaya serangan hama tidak terkonsentrasi pada lahan jika penanaman tidak dilakukan secara serentak. Pembuatan peta untuk tata ruang daerah-daerah yang potensial untuk dilakukakan mina pandu ini perlu dilakukan supaya teknologi ini dapat dilakukan secara lebih luas. Ada beberapa teknik pengendalian hama yang disarankan yaitu menggunakan metode BST untuk menghalau hama tikus, penggunaan Light trap dan penggunaan pupuk organik. Yang menjadi masalah adalah pengendalian hama burung yang belum ditemukan teknik pengendaliannya secara optimal

Kegiatan FGD juga dirangkaikan dengan melakukan kunjungan ke laboratorium-laboratorium penunjang kegiatan yang ada di BBP Tanaman Padi.

  1. Laboratorium Plavour. Laboratorium ini mengerjakan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan deteksi bau terhadap suatu bahan, termasuk mengetahui bahan aktif dari suatu bahan
  2. Laboratorium Kimia Mutu. Laboratorium ini melakukan analisis proksimat terhadap suatu bahan pakan
  3. Rumah Kaca. Di rumah kaca dilakukan kegiatan terhadap identifikasi dan pengendalian hama wereng. Ada 2 jenis wereng yang telah identifikasi yaitu penggerek batang coklat dan penggerek batang putih. Pengendalian untuk serangan ke dua jenis wereng ini berbeda. Untuk wereng putih telurnya akan mati terendam air sehingga pegendaliannya dlakukan dengan mengairi sawah dan hal sebaliknay dilakukan untuk pengendalian wereng coklat. Menurut informasi yang disampaikan hama wereng biasanya terjadi pada saat musim hujan.
  4. Rumah tikus. Di rumah tikus dilakukan kegiatan bagaimana mengatasi hama tikus yang menyerang padi sehingga pengetahuan terhadap perkembangbiakan tikus dan hal-hal lain yang terkait dengan siklus dan kebiasaan hidup tikus menjadi salah satu hal yang menjadi fokus penelitian. Sampel-sampel tikus juga banyak yang telah dikoleksi baik secara utuh maupun terpisah oragn, seperti oragna mata misanya yang dapat digunakan untuk mengetahui umur tikus. Penggunaan alat/teknik BST direkomendasikan digunakan untuk mengendalikan hama tikus.
  5. Light Trap. Penggunaan light trap dapat diterapkan untuk menghalau  hama wereng pada waktu malam dengan menggunakan lampu listrik berkekuatan 150 watt yang digunakan sebagai sumber cahaya untuk menarik perhatian hama wereng teresebut sehingga dapat diperangkap

Beberapa jenis taanaman bunga juga dapat digunakan untuk menghalau hama pada tanaman padi. Syarat yang harus dimiliki oleh tanaman tersebut adalah mempunyai kelopak yang merekah dan berwarna cerah

Meneruskan Info Humas BRSDM KP : BRSDM  Tingkatkan Kinerja 2019

Bogor – “Mari kita semua fokus bekerja, cepat mengambil momentum, serta terus melakukan beragam inovasi dan terobosan di tahun 2019. BRSDM satu (satu kata, satu rasa, satu kerja, satu karya) sebagai motto dalam mengharmonisasikan kerja kita semua. Konsisten dan pengawalan terhadap arahan dan kesepakatan yang telah dibuat karena selama satu semester terakhir telah banyak arahan Saya yang harus ditindaklanjuti dan dikawal dengan baik hingga selesai. Termasuk komitmen dalam menyelesaiakan semuan kontrak kinerja/perjanjian kinerja yang telah ditandatangani bersama,” tegas Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja.

Hal tersebut disampaikan Sjarief dalam sambutannya, saat membuka  secara resmi Rapat Koordinasi Pengelolaan Kinerja BRSDM Tahun 2019, pada 10 April, di Bogor. Kegiatan ini terlaksana Seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 68/Permen-Kp/2017

tentang Pedoman Pengelolaan Kinerja Organisasi di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan maka kegiatan ini dipandang perlu untuk dilaksanakan.

“Perjanjian Kinerja 2019 yang telah ditetapkan oleh pimpinan adalah tujuan besar yang hendak kita capai bersama. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja riset dan SDM sebagaimana tema pertemuan ini, maka saya mendorong seluruh satker untuk disiplin dan taat asas dalam rangka mengawal pencapaian target-target organisasi, dengan cara bersinergi dan berkolaborasi dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut Sjarief menyampaikan bahwa tahun 2019 ini BRSDM memiliki tambahan 3 satuan kerja yaitu Politeknik KP Pangandaran, Dumai dan Akademi Komunitas Wakatobi serta 1 calon satuan kerja yaitu Poltek KP Jembrana  sehingga total satuan kerja lingkup BRSDM akan menjadi 49 satker. “Ini merupakan organisasi yang cukup besar, sehingga sinergi dan kolaborasi menjadi penting dalam rangka membuat organisasi ini menjadi besar dan hebat,” terang Sjarief.

Dengan jumlah satuan kerja yang cukup besar, Sjarief pun mendorong seluruh pihak untuk tetap mampu membuktikan bahwa BRSDM merupakan Eselon I rujukan di KKP, serta mensyukuri, mempertahankan dan meningkatkan segala prestasi yang telah diraih BRSDM.

“Pada kesempatan ini, Saya juga mengapresiasi Loka Riset Perikanan Tangkap Benoa, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan Bogor dan Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan yang berturut-turut memperoleh penilaian terbaik atas Laporan Kinerja tahun 2018. Apresiasi juga saya sampaikan untuk Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok dan Politeknik KP Karawang atas pencapaian terbaik dalam penyampaian dan penyajian Laporan Mingguan secara berkala (weekly report) tahun 2018,” papar Sjarief.

“Saya mendorong maisng-masing satuan kerja untuk terus berkarya menghasilkan capaian-capaian yang membanggakan. Pada kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada para pejabat, petugas pengelola kinerja dan operator kinerjaku yang memiliki andil besar sehingga nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) BRSDM 2018 adalah yang terbaik di KKP,” lanjutnya.

Rapat Koordinasi Pengelolaan Kinerja BRSDM Tahun 2019 terselenggara bertujuan untuk memberikan pembekalan teknis pengelolaan kinerja; penginputan target kinerja tahun 2019 dan capaian Triwulan I tahun 2019 lingkup BRSDM, pusat dan UPT; meningkatkan pemahaman teknis pengelolaan kinerja; serta mewujudkan laporan kinerja Triwulan I tahun 2019 lingkup BRSDM yang handal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris BRSDM, Inspektur III KKP, para Kepala Satuan Kerja dan pejabat eselon III,IV Sekretariat BRSDM

Sumber : Humas BRSDM KP

Kunjungan Praktikum : Mahasiswa Jurusan Teknologi Pembenihan Ikan Politeknik Negeri Pangkajene Dan Kepulauan di BRPBAP3

Maros_Kunjungan mahasiswa Politeknik Negeri Pertanian Pangkajene dan Kepulauan ke Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros yang diadakan pada tanggal 11-12 April 2019 ini merupakan kunjungan praktikum Mahasiswa D IV jurusan Teknologi Pembenihan Ikan. Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun oleh mahasiswa Politeknik Negeri Pertanian Pangkajene dan Kepulauan. Tidak hanya kunjungan semata yang dilakukan, namun kunjungan ini juga memiliki beberapa tujuan yaitu Untuk lebih mengetahui tentang riset penelitian dan pengembangan khusunya mengenai litbang genetika dan bioteknologi  di BRPBAP3.

Plt. Kepala BRPBAP3 A. Indra Jaya Asaad, S.Pi.,M.Sc yang menerima langsung mahasiswa peserta kunjungan praktikum tersebut, memberikan sedikit arahan mengenai riset untuk pendidikan serta pembahasan program kerjasama antara BRPBAP3 dengan Politeknik Negeri Pertanian Pangkajene dihadapan para mahasiswa dan dosen pendamping yang turut hadir.

Sementara itu Ir. Nawawi, M.Si selaku ketua program jurusan Teknologi Pembenihan Ikan mengatakan, ucapan terima kasih kepada BRPBAP3 yang sudah bersedia menerimah kunjungan praktikum ini, menurutnya dipilihnya  BRPBAP3 sebagai tempat kunjungan praktikum karena dari segi fasilitas, sarana prasaran dan sumber daya manusia yang memadai, Ir Nawawi menambahkan bahwa kegiatan kunjungan praktikum ini juga dikarenakan adanya perubahan kurikulum yang mengharuskan memperbanyak pembelajaran praktek dibanding teori,”tambahnya.

Peserta kunjungan praktikum yang berjumlah 46 orang mahasiswa dilaksanakan selama 2 hari mereka akan belajar mengenai genetika dan bioteknologi di laboratorium Bioteknologi BRPBAP3, pada hari pertama sebelum melakukan praktek langsung, Ibu Andi Tenriulo, S.Si.,M.Si  memberikan materi tentang litbang genetika dan bioteknologi di aula II BRPBAP3, kemudian selanjutnya dilakuakan praktikum Ekstraksi DNA, Membuat gel agarose Mengukur konsentrasi DNA dan elektroforesis, PCR RAPD-SCAR dan PCR mt-DNA dan Elektroforesis hasil PCR dengan dibagi beerapa kelompok serta didampingi peneliti  Ibu Sri Redjeki Mulyaningrum dan Teknisi Ibu Mujayana.

KOORDINASI PELAKSANAAN KEGIATAN RISET TERKAIT PENGELOLAAN PERIKANAN BUDIDAYA BERBASIS PENDEKATAN EKOSISTEM DI KABUPATEN PINRANG

SOSEK NEWS, PINRANG, 9 APRIL 2019.
Dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan kegiatan Riset Model Sosial Ekonomi Tata Kelola dalam Pengembangan Indikator Keberhasilan Pembangunan Perikanan Berbasis Pendekatan Ekosistem, tim peneliti Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) dan tim peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros melakukan rapat koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan riset pengelolaan perikanan budi daya berbasis pendekatan ekosistem di Kabupaten Pinrang. Diskusi berlangsung di Aula II BRPBAP3 Maros pada hari Senin tanggal 8 April 2019. Diskusi ini bertujuan untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA) yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Pinrang sejak tahun 2016. Tim peneliti dari BBRSEKP adalah Dr. Irwan Muliawan, Rizki Aprilian Wijaya, S.Pi., M.T., Dr. Siti Hajar Suryawati, Dr. Rani Hafsaridewi, dan Radityo Pramoda, S.H., S.E., M.M. Adapun tim peneliti dari BRPBAP3 adalah Prof. Andi Akhmad Mustafa, Dr. Tarunamulia, S.T., M.Sc. dan peneliti lainnya yang terlibat dalam kegiatan terkait.

Berita selengkapnya dapat dibaca melalui sumber :

https://kkp.go.id/brsdm/sosek/artikel/9975-pengelolaan-perikanan-budi-daya-berbasis-pendekatan-ekosistem-di-kabupaten-pinrang

Dharma Wanita BRPBAP3 Belajar Membuat Ice Cream Dari Olahan Rumput Laut

Barru_Hasil rumput laut yang budidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Pangkep bisa mendatangkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Selain bisa dijual dalam bentuk kering, rumput laut juga bisa diolah menjadi berbagai macam makanan yang enak, Seperti yang dilakukan oleh penyuluh Dinas Perikanan Kabupaten Pangkep yang mengolah makanan dari bahan baku rumput laut  menjadi es krim.

Olehnya itu ibu-ibu dharma wanita Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan sangat tertarik untuk belajar membuat ice cream dari olahan rumput laut tersebut.

Bertempat di kantor Instalasi Pembenihan Udang dan Kepiting, sekitar 40 orang ibu-ibu yang tergabung dari dharma wanita BRPBAP3 belajar membuat ice cream dari olahan rumput laut dengan menghadirkan narasumber dari Penyuluh Dinas Perikanan Kabupaten Pangkep, Ibu Marwah Nompo, S.Pi.,M.Si dan tim.Barru,Senin 8 April 2019.

Dengan di fasilitasi oleh Pelayanan Teknis dan Sarana untuk melaknsanakan kegiatan ini, Ibu Erlis Yaleswati selaku ketua dharma wanita BRPBAP3 mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi dirinya dan teman-teman lainnya karna ini bisa menjadi penghasilan jika kita aplikasikan,apalagi bahan-bahan yang digunakan tergolong sangat mudah untuk didapatkan dan pembuatannya pun cukup praktis,”Katanya.

Respon Cepat BRPBAP3 Terkait Kematian Ikan di Pesisir Perairan Bulukumba

Bulukumba_05 Maret 2019.Kasus kematian ikan kembali terjadi di kawasan pesisir perairan Kabupaten Bulukumba yang terjadi dii 6 lokasi berbeda, yaitu pesisir Pantai Bira, Pantai Bara, Pantai Timur, Kasuso, Pulau Liukang, dan Pulau Kambing.

Warga setempat hingga saat ini belum mengetahui pasti penyebab kematian ikan tersebut. Terkait respon cepat kematian ikan di Perairan Bulukumba, maka BRPBAP3 telah berkoordinasi dgn Balai Besar Karantina dan BPSPL Makassar. dan Dinas Perikanan Kab. Bulukumba Sehingga masing-masing telah mengirim tim ke lokasi.

Tupoksi BRPBAP3 dengan menurunkan tim untuk melakukan pengambilan sampel air di beberapa titik di disekitar kawasan pesisir perairan Bulukumba untuk pengecekan kadar amonia pada air dan plankton yang selanjutnya bakal di uji BRPBAP3 Maros, Loade Muhammad Hafiz Akbar(Teknisi BRPBAP3) dan tim yang di terjunkan ke lokasi sebelumnya melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

jenis ikan yang banyak ditemukan mati di perairan Bontobahari merupakan ikan triggerfish. Masyarakat lokal Bira, Bulukumba, menyebut ikan ini dengan sebutan ikan pogo-pogo.